7 Gaya Pacaran Pasangan Korea Selatan yang Romantis
7 Gaya Pacaran Pasangan Korea Selatan yang Romantis
Bagi Insertizen penikmat drakor tentunya sudah familiar dengan beberapa gaya pacaran pasangan Korea Selatan. Tradisi pacaran mereka yang terkesan unik dinilai mampu membangun hubungan kuat dengan lawan jenis sehingga banyak diikuti oleh banyak orang dari seluruh dunia.
Dalam misi menaklukkan hati, ada aturan main yang tidak tertulis bagi para pasangan Korea. Beberapa hal boleh dilakukan dan ada juga yang tidak boleh dilakukan. Bahkan, setiap tindakan kecil seperti mengingat hari jadi memiliki makna tersendiri.
Memahami gaya pacaran Korea ini merupakan kunci penting dalam menjaga hubungan asmara oleh masyarakat Negeri Gingseng tersebut. Penasaran apa saja? Simak ulasan tentang 7 gaya pacaran orang Korea Selatan berikut ini.
1. White Day
Saat negara lain punya perayaan valentine, masyarakat Korea Selatan juga memiliki tradisinya sendiri untuk merayakan hari kasih sayang tersebut. Jika valentine biasanya menjadi momen bagi perempuan untuk menyatakan perasaan lewat cokelat, White Day justru menjadi ajang bagi para pria untuk melakukan hal sebaliknya. Perayaan ini jatuh pada tanggal 14 Maret setiap tahunnya, tepat sebulan setelah perayaan valentine.
Awalnya, White Day dirayakan hanya dengan memberi hadiah serba putih, seperti white chocolate, mawar putih, perhiasan putih, atau barang-barang lain yang berwarna putih. Memasuki era modern, hadiahnya sudah tidak terbatas lagi pada hal yang berwarna putih. Fenomena ini juga populer pada gaya berpacaran di beberapa negara sekitarnya, seperti Jepang dan Taiwan.
2. Peringatan Hari Jadi Ke-100
Mengingat hari jadi merupakan hal yang paling krusial bagi para pasangan Korea. Namun, tradisi di Korea ini sedikit berbeda dengan berbeda dengan peringatan hari jadi pada umumnya yang mengikuti hitungan bulan atau tahun. Para pasangan Korea biasanya akan memperingati hari jadi mereka pada hari ke-100.
Hari tersebut dihitung sejak tanggal pertama mereka berpacaran. Tidak hanya sekadar peringatan, para pasangan korea umumnya merayakan hari istimewa tersebut untuk berkencan supaya makin mesra dengan sang pacar.
3. Punya Barang Couple
Di Korea Selatan, melihat pasangan menggunakan barang yang sama adalah pemandangan yang biasa. Beberapa toko pakaian bahkan menjual kaos couple dengan motif dan kombinasi warna yang sama. Bahkan, sejumlah pasangan juga memiliki casing handphone dengan desain yang sama.
Ini merupakan cara bagi setiap pasangan Korea untuk menunjukkan kepada publik bahwa mereka sedang berpacaran. Jadi, tak heran jika beberapa orang sering kali dikira memiliki hubungan asmara hanya karena memiliki barang yang sama.
4. Kencan Buta (Sogaeting)
Kencan buta sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan anak muda Korea. Mereka menyebutnya dengan istilah Sogaeting, yang terdiri dari kata sogae (perkenalan) dan meeting. Para muda-mudi Korea biasanya akan mendaftarkan diri mereka ke kencan buta baik secara langsung maupun virtual untuk mendapatkan pacar.
Dalam kencan buta ini, ada sang perantara atau yang lebih dikenal sebagai mak comblang untuk merencanakan pertemuan bagi dua hati yang sedang mencari cinta. Begitu suasana mulai mencair, mak comblang akan pergi dan membiarkan mereka berdua untuk mengobrol lebih intim supaya bisa saling mengenal lebih dalam. Kemudian, mereka dapat melakukan pendekatan lebih lanjut jika dirasa menemukan kecocokan antara satu sama lain.
5. Split Bill
Kalau di Indonesia pihak laki-laki sering kali merasa wajib membayar segalanya saat kencan, di Korea Selatan situasinya sedikit berbeda. Bagi pasangan di sana, sudah menjadi hal yang lumrah bagi kedua belah pihak untuk saling membayar makanan atau barang untuk pacarnya.
Jangan kaget apabila kamu harus split bill atau membayar makananmu sendiri saat sedang jalan bareng pasangan Korea. Meski begitu, masih ada beberapa pria Korea yang memegang prinsip man pays everything.
6. Tidak Menunjukkan Rasa Cinta Secara Terang-terangan
Pasangan di Korea Selatan cenderung tidak menunjukkan secara terang-terangan saat mereka sedang bermesraan di ruang publik. Berpegangan tangan atau merangkul saja biasanya sudah cukup. Ini dilakukan demi menghormati etika dan norma yang berlaku di sana.
7. Membawakan Tas Ceweknya
Membawakan tas sang perempuan bukan hal yang memalukan bagi para pria Korea. Mereka akan dengan sigap membawa tas maupun barang-barang milik pacarnya saat sedang jalan-jalan, pergi ke toilet, atau bahkan saat shopping.
(asr/KHS)