Jay Park Ungkap Hal yang Dirasakan Usai Hengkang dari 2PM 17 Tahun Lalu
Jay Park belum lama ini hadir sebagai bintang tamu dalam salah satu video di kanal YouTube Eyes Magazine pada Kamis (5/3). Lewat konten tersebut, Jay Park berbicara soal perjalanan kariernya dari menjadi idol hingga kini menjadi produser dan CEO agensi.
Penyanyi itu mengungkapkan hal yang ia rasakan usai hengkang dari 2PM kala grup tersebut tengah berada di puncak karier. Jay Park mengaku tak merasa cemas dengan kariernya, tetapi merasa bersalah kepada grup yang ia tinggalkan.
"Aku hanya merasa bersalah dan ingin meminta maaf. Aku menyebabkan banyak masalah dan rasa tidak nyaman pada banyak orang," ungkap Jay Park.
"Tapi kecemasan (soal karier), aku benar-benar tidak memiliki itu," tambahnya.
Jay Park diketahui vakum dari dunia hiburan Korea usai meninggalkan 2PM. Soal hal itu, sang penyanyi mengaku hanya mengikuti alur, menerima nasib, serta melakukan yang terbaik.
Setelah meninggalkan 2PM, Jay Park diketahui kembali ke Amerika Serikat dan memulai kembali kariernya di bidang musik. Ia kemudian mengunggah cover sejumlah lagu dan mengunggahnya ke YouTube.
"Saat itu YouTube sedang populer, jadi aku merekam video cover di kamar mandi dengan laptop yang aku dapatkan sebagai hadiah. Video itu mendadak viral dengan tiga juta penonton dalam sehari," beber Jay Park.
Lebih lanjut, Jay Park juga membagikan nilai hidup yang ia pegang teguh. Musisi itu dengan tegas mengungkapkan dirinya tak takut mendapatkan ungkapan kebencian dan memilih bebas untuk melakukan berbagai hal yang ia sukai.
Meski demikian, ia tak ingin menyakiti perasaan orang lain dengan sikap tidak sopan. Ia hanya tak mengikuti 'formula standar' yang kebanyakan orang berikan kepada selebritis.
"Apa yang mereka pikir sebagai aturan, seperti 'penyanyi harus begini, selebriti harus begitu', aku pikir aku tidak mengikutinya. Pendapat orang lain tak terlalu penting bagiku," tegas Jay Park.
Jay Park memulai debutnya di industri hiburan Korea sebagai leader dari grup 2PM di bawah naungan JYP Entertainment. Namun ia hengkang hanya dalam waktu satu tahun, kemudian kembali ke Amerika Serikat dan baru melanjutkan karier solonya pada tahun 2010.
Sejak saat itu, karier Jay Park sebagai musisi terus berkembang. Ia menjadi sosok CEO, produser, dan pendiri label seperti AOMG, H1GHR MUSIC, hingga More Vision, menunjukkan kemampuannya sebagai sosok musisi yang tak lelah berkarya.
(asw)