Respons Nana eks After School Digugat Pria Pembobol Rumahnya
Respons Nana eks After School Digugat Pria Pembobol Rumahnya (Foto: Instagram @jin_a_nana)
Kasus pembobolan rumah Nana eks After School semakin memanjang. Pelaku pembobolan rumah Nana di kawasan Guri, Gyeonggi, melaporkan sang artis atas dugaan penyerangan.
Saat pembobolan terjadi pada November 2025, Nana dan ibunya memang sempat melakukan perlawanan fisik dan berhasil menaklukan pelaku. Pelaku mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit usai diamankan polisi.
Disebutkan dalam JoongAng Daily, pelaku kini menuduh Nana dan ibunya melakukan percobaan pembunuhan dan penyerangan. Ia juga mengaku tidak membawa senjata, berbeda dengan keterangan Nana kepada polisi.
Nana melalui agensinya, Sublime, menyatakan akan melanjutkan proses hukum terkait kasus ini.
"Tersangka, yang bersenjata, telah menyebabkan luka fisik dan emosional yang parah pada Nana dan keluarganya. Pelaku, tanpa penyesalan, telah mengajukan gugatan terpisah terhadap Nana, memanfaatkan fakta bahwa korban adalah seorang selebritas dan menyebabkan kerugian kedua melalui tindakan tidak manusiawi," demikian bunyi pernyataan Sublime.
Sementara itu, Nana sudah buka suara lewat unggahannya mengenai laporan tersebut.
"Saya sudah tahu sejak beberapa waktu lalu bahwa saya sedang digugat. Saya mengetahuinya saat saya sedang berjuang secara mental dan berusaha melewati masa-masa sulit secara emosional," tulis Nana.
Menghadapi situasi rumit itu, Nana mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga. Ia melihat bagaimana dirinya berusaha tetap bertahan dan melewati semua tekanan dengan cara yang sehat, meski ketegangan emosional kerap muncul.
Di balik ketegaran itu, Nana juga mengalami pertarungan batin. Ia merasa kepercayaan yang selama ini ia anggap sebagai kekuatan justru menimbulkan keraguan.
"Namun pada saat yang sama, pikiran lain terlintas di benakku. Mungkin kecenderunganku untuk melihat dunia dan orang-orang terlalu baik, keinginanku untuk percaya apa pun yang terjadi, sebenarnya bisa jadi keinginan yang berlebihan. Lalu aku bertanya-tanya, 'Mengapa itu dianggap berlebihan?' Ketika pikiran-pikiran itu muncul, aku merasakan keraguan dan kekosongan," tuturnya.
Setelah melalui pergulatan panjang, Nana akhirnya memilih untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri. Ia memutuskan untuk berdamai dengan siapa dirinya sebenarnya, termasuk sifat-sifat yang kini tengah ia pertanyakan.
"Jadi, alih-alih menyangkal diri sendiri, saya memilih untuk mengakui dan menerima siapa diri saya," ungkapnya.
Kepada penggemarnya, Nana menegaskan bahwa ia tetap kuat secara mental dan emosional, meski sedang menghadapi gugatan dari pelaku pembobolan rumahnya.
Ia sadar situasi ini menimbulkan kecemasan dan perhatian besar dari publik, sehingga ia ingin meredakan kekhawatiran tersebut.
"Saya akan memastikan masalah ini diselesaikan dengan benar, jadi percayalah pada saya dan jangan khawatir" tutupnya.
(KHS/KHS)
TERKAIT