Viral La Vela, Little Europe di Tangerang yang Kini Dipenuhi Sampah
Nama La Vela tengah ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar sejumlah video yang memperlihatkan kondisi kawasan tersebut dipenuhi sampah. Tak hanya itu, beberapa pengunjung juga terlihat memasuki kanal air dan area air mancur yang sebenarnya tidak diperuntukkan sebagai tempat bermain.
La Vela merupakan kawasan komersial dan lifestyle yang berada di Green Lake City, kawasan perbatasan Jakarta Barat dan Kota Tangerang. Berbeda dari anggapan sebagian orang, La Vela bukanlah restoran ataupun beach club, melainkan area terpadu yang menggabungkan pusat kuliner, ritel, hiburan, hingga ruang publik dengan konsep arsitektur bergaya Eropa.
Daya tarik utama La Vela terletak pada desainnya yang menyerupai kota kecil di Eropa. Bangunan-bangunannya mengusung gaya klasik modern dengan kanal air yang mengingatkan pengunjung pada suasana Venesia, Italia. Tak heran jika sejak dibuka, kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit untuk berjalan santai, berburu kuliner, hingga berfoto.
Di dalam kawasan tersebut terdapat beragam tenant makanan dan minuman, toko ritel, layanan kesehatan, hingga fasilitas hiburan keluarga. La Vela juga dibuka setiap hari mulai sekitar pukul 07.00 hingga 22.00 WIB sehingga mudah diakses oleh masyarakat.
Namun, popularitas yang meningkat justru memunculkan persoalan baru. Video yang viral di media sosial memperlihatkan banyak sampah mengapung di kanal serta pengunjung yang turun ke dalam kolam dan bermain di air mancur, padahal area tersebut bukan untuk aktivitas tersebut. Kondisi itu memicu kritik dari warganet yang menilai fasilitas umum harus dijaga bersama.
Sejumlah unggahan di Threads dan Instagram juga memperlihatkan kerusakan pada beberapa fasilitas setelah membludaknya pengunjung selama masa liburan sekolah. Banyak warganet menyayangkan perilaku sebagian pengunjung yang dianggap kurang menjaga kebersihan dan tidak mematuhi aturan kawasan.
Meski demikian, La Vela tetap menjadi salah satu destinasi wisata baru yang menarik di kawasan Tangerang berkat konsep Little Europe yang diusungnya. Peristiwa viral tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa fasilitas publik yang indah hanya dapat bertahan apabila seluruh pengunjung ikut menjaga kebersihan, menaati aturan, dan merawat lingkungan bersama.
(dis/fik)