Advertisement

Dulu Nunggu Sisa Burger, Kini Cristiano Ronaldo Jadi Miliarder

Insertlive | Insertlive
Cristiano Ronaldo
Dulu Nunggu Sisa Burger, Kini Cristiano Ronaldo Jadi Miliarder/ Foto: Instagram/cristiano
Jakarta -

Kesuksesan Cristiano Ronaldo saat ini menyimpan kisah masa kecil yang jauh dari kemewahan. Sebelum dikenal sebagai salah satu atlet dengan bayaran tertinggi di dunia, kapten Timnas Portugal itu pernah mengalami kehidupan yang serba kekurangan hingga harus meminta sisa makanan demi mengganjal perut.

Perjalanan hidup tersebut kini menjadi sorotan setelah Ronaldo mencatat sejarah sebagai pesepakbola pertama yang menyandang status miliarder dalam mata uang dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan perhitungan Bloomberg pada Oktober 2025 yang dikutip Yahoo Sports, kekayaan bersihnya diperkirakan telah melampaui US$1,4 miliar atau sekitar Rp25 triliun.

Pencapaian terbaru Ronaldo semakin diperkuat setelah ia memperpanjang kontrak bersama Al-Nassr.

Advertisement

Nilai kontrak tersebut dilaporkan melebihi US$400 juta dan disebut bebas pajak, menjadikannya salah satu kontrak terbesar dalam sejarah olahraga profesional.

Namun, kehidupan Ronaldo tidak selalu dipenuhi kemewahan. Saat tumbuh di Pulau Madeira, Portugal, ia berasal dari keluarga yang hidup dengan keterbatasan ekonomi.

Kondisi itu membuatnya bersama teman-temannya sering mendatangi restoran McDonald's pada malam hari dengan harapan memperoleh sisa burger dari para pegawai.

Dalam wawancara bersama ITV pada 2019, Ronaldo mengenang masa-masa sulit yang masih membekas hingga sekarang.

"Ketika saya masih kecil, usia 11 atau 12 tahun, kami tidak punya uang," ujarnya.

Sebagai anak bungsu dari empat bersaudara, Ronaldo tumbuh dalam keluarga yang menghadapi tekanan ekonomi berat.

Ayahnya diketahui memiliki kecanduan alkohol, sementara sang ibu pernah mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi yang sulit membuatnya sempat ingin menggugurkan kandungannya.

Situasi tersebut membuat Ronaldo dan saudara-saudaranya kerap menunggu di luar restoran McDonald's hingga larut malam. Mereka berharap ada pegawai yang berbaik hati memberikan burger yang tidak terjual.

Meski kini telah menjadi salah satu ikon olahraga paling sukses di dunia, Ronaldo mengaku tidak pernah melupakan pengalaman tersebut.

Baginya, masa kecil yang penuh perjuangan menjadi pengingat atas perjalanan panjang menuju kesuksesan.

Pendapatan Ronaldo saat ini tidak hanya berasal dari lapangan hijau. Popularitasnya sebagai atlet global membuat berbagai perusahaan ternama berlomba menjalin kerja sama dengannya.

Dengan lebih dari 669 juta pengikut di Instagram, Ronaldo dilaporkan memperoleh hampir US$18 juta per tahun dari kerja sama jangka panjang dengan Nike.

Selain itu, kemitraannya bersama sejumlah merek seperti Armani, Castrol, Binance, Tag Heuer, Samsung, Unilever, hingga Louis Vuitton turut memberikan kontribusi besar terhadap kekayaannya.

Ronaldo juga membangun kerajaan bisnis melalui merek pribadi CR7 yang mencakup produk parfum, pakaian dalam, alas kaki, hingga air mineral kemasan.

Investasinya juga merambah jaringan hotel, pusat kebugaran, serta perusahaan media.

Kisah Cristiano Ronaldo menjadi bukti bahwa perjalanan menuju puncak kesuksesan tidak selalu dimulai dari kehidupan yang mudah.

Dari anak yang pernah menunggu sisa burger di depan restoran cepat saji, ia kini menjelma menjadi salah satu atlet terkaya dan paling berpengaruh di dunia.

(ikh/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement