Advertisement

VIral Petani Siram Cabai Pakai Paracetamol, Ternyata Ini Alasannya

Insertlive | Insertlive
Petani Cabai
VIral Petani Siram Cabai Pakai Paracetamol, Ternyata Ini Alasannya / Foto: Freepik
Jakarta -

Jagat media sosial tengah diramaikan oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang petani menggunakan paracetamol dan vitamin B complex untuk tanaman cabainya.

Metode yang tidak biasa itu langsung memicu rasa penasaran publik setelah sang petani mengklaim tanamannya tumbuh subur berkat campuran obat-obatan yang biasa dikonsumsi manusia tersebut.

Video tersebut bahkan memunculkan berbagai spekulasi. Sebagian warganet menganggap cara itu sebagai inovasi murah untuk meningkatkan hasil panen, sementara yang lain mempertanyakan keamanan dan efektivitasnya bagi tanaman.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa penggunaan paracetamol maupun vitamin B complex untuk budidaya cabai tidak masuk dalam rekomendasi resmi sektor pertanian di Indonesia.

Advertisement

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan bahwa praktik tersebut kemungkinan berangkat dari pengalaman pribadi atau informasi yang beredar luas di media sosial.

Namun, hingga kini belum ada dasar ilmiah yang cukup kuat untuk mendukung penggunaannya secara luas.

"Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang memadai yang menunjukkan bahwa paracetamol dapat meningkatkan produktivitas cabai secara konsisten, aman, dan ekonomis di tingkat lapangan. Oleh karena itu, praktik tersebut tidak dapat dijadikan acuan budi daya yang direkomendasikan," ujar Agung.

Kementan menekankan bahwa petani sebaiknya tetap menggunakan pupuk, pestisida, maupun zat pengatur tumbuh yang telah memiliki izin edar serta didukung hasil penelitian.

Penggunaan obat-obatan yang sebenarnya diperuntukkan bagi manusia dinilai belum memiliki rekomendasi resmi dalam praktik budidaya cabai.

Viralnya penggunaan paracetamol pada tanaman juga dikaitkan dengan isu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Dalam video yang beredar, petani tersebut menyebut langkah itu dilakukan sebagai alternatif di tengah kondisi ekonomi yang dianggap memengaruhi biaya produksi pertanian.

Meski demikian, Agung menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan sarana produksi pertanian agar kebutuhan petani tetap terpenuhi.

"Fluktuasi nilai tukar memang dapat mempengaruhi harga sebagian bahan baku industri pupuk dan pestisida, tetapi pemerintah terus berupaya menjaga pasokan melalui koordinasi dengan produsen, distributor, dan pemerintah daerah agar kebutuhan petani tetap terpenuhi," katanya.

Untuk mengantisipasi dampak perubahan harga bahan baku, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah.

Salah satunya memastikan distribusi pupuk bersubsidi maupun pupuk komersial berjalan sesuai kebutuhan petani di berbagai daerah.

Selain itu, Kementan juga mendorong pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, dan teknologi budidaya yang lebih efisien agar ketergantungan terhadap bahan impor dapat berkurang.

Penggunaan pestisida dan pupuk yang telah terdaftar juga terus didorong supaya hasil yang diperoleh lebih efektif dan ekonomis.

Pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian menjadi langkah lain yang terus diperkuat.

Upaya tersebut dilakukan agar petani memperoleh teknologi budidaya yang tepat dan berbasis hasil penelitian, bukan sekadar mengikuti tren yang viral di media sosial.

Dalam video yang menjadi perbincangan publik itu, sang petani memperlihatkan sekantong vitamin B complex dan satu kotak paracetamol sebelum menunjukkan hamparan tanaman cabai yang tampak hijau dan subur.

"Cabai ya dipakai paracetamol, ada vitamin B complex, tapi ya jadinya jos," ujarnya dalam video tersebut.

Meski klaim itu menarik perhatian, Kementan mengingatkan bahwa keberhasilan budidaya tanaman seharusnya tetap mengacu pada metode yang telah teruji secara ilmiah agar hasil panen, keamanan lingkungan, dan efisiensi biaya dapat terjamin dalam jangka panjang.

(ikh/and)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement