Advertisement

Viral Jadi Korban Rasisme di WC 2026, YouTuber Korea Dapat Undangan Khusus dari FIFA

Yogi Alfian | Insertlive
Piala Dunia 2026 Tuai Kritik, Harga Sebotol Air Mineral Bisa Rp100 Ribu!
Viral Jadi Korban Rasisme di WC 2026, YouTuber Korea Dapat Undangan Khusus dari FIFA/(Foto: Newsweek)
Jakarta -

Insiden rasisme yang menimpa YouTuber asal Korea Selatan, Yoon Su-jin atau yang lebih dikenal sebagai InoCat, saat menghadiri Pildun 2026 berbuntut panjang. Setelah videonya viral dan memicu kecaman dari berbagai negara, FIFA kini mengambil langkah tegas sekaligus memberikan dukungan kepada sang kreator konten.

FIFA secara resmi mengundang InoCat untuk menghadiri pertandingan Korea Selatan melawan Meksiko yang berlangsung di Guadalajara, Meksiko, pada 19 Juni 2026. Kehadiran InoCat dalam laga tersebut diharapkan menjadi simbol kampanye melawan diskriminasi dan ujaran kebencian di dunia sepak bola.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Asia Business Daily, FIFA menegaskan bahwa pertandingan tersebut akan dimanfaatkan untuk menyuarakan pesan tentang inklusi, rasa hormat, dan penolakan terhadap segala bentuk diskriminasi.

Kasus ini bermula saat InoCat menonton pertandingan fase grup antara Korea Selatan dan Republik Ceko di Guadalajara pada 11 Juni lalu. Dalam video yang diunggah ke media sosial, terlihat seorang pria melakukan gestur menarik kedua sudut matanya ke samping saat berada di depan kamera.

Advertisement

Tindakan tersebut secara luas dianggap sebagai bentuk ejekan bernuansa rasis terhadap masyarakat Asia. Video itu dengan cepat menyebar dan memicu kemarahan publik, baik di Korea Selatan maupun di berbagai negara lainnya.

Setelah identitas pelaku terungkap, diketahui pria tersebut adalah Ulises Fernando Bernal Miramontes yang saat itu menjabat sebagai Presiden College of Topographic and Geodetic Engineers of The State of Jalisco (CITGEJ).

Menanggapi kejadian tersebut, FIFA langsung mengambil tindakan. Organisasi sepak bola dunia itu mengungkapkan telah mengidentifikasi pelaku dan menangguhkan akun tiket miliknya.

"Kami mengutuk keras segala bentuk rasisme, kebencian, dan diskriminasi. Perilaku seperti itu tidak memiliki tempat dalam sepak bola, Piala Dunia, maupun masyarakat," tegas FIFA.

Undangan khusus untuk InoCat juga diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Internasional Melawan Ujaran Kebencian yang jatuh setiap 18 Juni. Hari yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran global terhadap bahaya ujaran kebencian, xenofobia, dan diskriminasi.

YouTuber yang memiliki sekitar 6,6 juta pelanggan di YouTube itu dikabarkan telah menerima undangan FIFA dan siap hadir menyaksikan pertandingan Korea Selatan kontra Meksiko.

Sementara itu, tekanan publik terhadap pelaku terus meningkat. Di tengah gelombang kritik yang datang dari berbagai pihak, Miramontes akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf melalui sebuah video yang diunggah di Instagram.

"Saat orang asing datang ke Meksiko, saya ingin mereka merasa seperti di rumah sendiri. Namun, saya justru melakukan hal yang sebaliknya," ujar Miramontes.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada InoCat, komunitas Korea, serta masyarakat Meksiko yang merasa kecewa atas tindakannya.

Kasus ini menjadi salah satu kontroversi terbesar yang muncul sejak Piala Dunia 2026 dimulai. Di sisi lain, peristiwa tersebut juga menjadi ujian nyata bagi FIFA dalam menunjukkan komitmennya untuk memerangi rasisme dan menciptakan lingkungan sepak bola yang aman serta inklusif bagi semua orang.

(yoa/and)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement