Film Michael Jadi Biopik Musik Terlaris Sepanjang Masa Kalahkan Bohemian Rhapsody
Nama Michael Jackson kembali mencetak sejarah, kali ini bukan melalui panggung musik, melainkan layar lebar.
Film biopik Michael yang mengangkat perjalanan hidup sang Raja Pop resmi menjadi film biografi musisi paling laris sepanjang masa, menggeser rekor yang selama delapan tahun sulit disentuh.
Berdasarkan laporan terbaru Deadline, film garapan sutradara Antoine Fuqua tersebut berhasil mengumpulkan pendapatan fantastis sebesar US$911,9 juta atau setara sekitar Rp16,21 triliun di box office global.
Capaian itu membuat Michael melampaui rekor yang sebelumnya dipegang film Bohemian Rhapsody (2018), kisah perjalanan band Queen dan sang vokalis legendaris Freddie Mercury.
Film tersebut menutup perolehan pendapatannya di angka US$903,6 juta atau sekitar Rp16,06 triliun.
Keberhasilan Michael sekaligus menjadi bukti bahwa magnet nama Michael Jackson masih begitu kuat bahkan setelah bertahun-tahun sejak kepergiannya.
Antusiasme penonton dari berbagai negara membuat film ini menjelma menjadi fenomena global sejak hari pertama penayangannya.
Kesuksesan tersebut juga menjadi momen spesial bagi produser Graham King. Menariknya, King merupakan sosok yang berada di balik dua film pemecah rekor itu, yakni Bohemian Rhapsody dan Michael.
Dengan kata lain, Graham King berhasil mematahkan rekor yang sebelumnya ia ciptakan sendiri delapan tahun lalu.
Pendapatan Michael berasal dari berbagai wilayah di dunia. Pasar Amerika Utara menyumbang US$358,6 juta atau sekitar Rp6,37 triliun.
Sementara pasar internasional menjadi mesin utama pendapatan dengan kontribusi mencapai US$553,3 juta atau sekitar Rp9,83 triliun.
Sejak dirilis pada April 2026, film yang dibintangi Jaafar Jackson, keponakan kandung Michael Jackson, terus menunjukkan performa yang mengesankan.
Bahkan film tersebut berhasil mencatat pembukaan domestik terbesar sepanjang sejarah untuk kategori biopik musik dengan pendapatan US$97,2 juta pada akhir pekan pertama penayangannya.
Rekor tersebut mengalahkan capaian yang sebelumnya diraih film Straight Outta Compton pada 2015.
Deretan prestasi Michael tidak berhenti sampai di situ. Film ini juga menjadi rilisan teater dengan pendapatan global terbesar yang pernah dimiliki studio Lionsgate serta resmi menyandang status sebagai film biopik musik terlaris sepanjang masa.
Menariknya, dominasi Michael masih belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Meski telah tersedia dalam format premium video on demand (PVOD) melalui sejumlah platform digital, minat penonton untuk menyaksikannya di bioskop tetap tinggi.
Momentum tersebut semakin kuat setelah film ini memulai penayangannya di Jepang, salah satu pasar perfilman terbesar di Asia.
Kehadiran Michael di negara tersebut diperkirakan akan menambah pundi-pundi pendapatan yang sudah sangat besar.
Melihat tren yang terus positif, para analis box office optimistis Michael masih memiliki peluang besar menembus angka US$1 miliar atau sekitar Rp17,78 triliun.
Jika target tersebut tercapai, film Michael tidak hanya menjadi biopik musik terbesar sepanjang masa.
Film ini juga berpotensi menyalip pendapatan film biopik fenomenal Oppenheimer karya Christopher Nolan yang saat ini masih memegang rekor sebagai film biopik terlaris secara keseluruhan dengan pendapatan USD 975,8 juta.
Lebih dari sekadar film, Michael kini menjadi bukti bahwa warisan Michael Jackson masih hidup dan terus menarik perhatian jutaan orang di seluruh dunia.
Puluhan tahun setelah mencapai puncak ketenarannya, nama sang Raja Pop tetap mampu menggerakkan penonton berbondong-bondong datang ke bioskop.
(ikh/ikh)