Cerita Sarah Keihl soal Culture Shock saat Perjalanan ke Bangladesh
Selebgram Sarah Keihl beberapa waktu lalu sempat berlibur ke Bangladesh. Ia pun menceritakan bagaimana keseruan petualangannya ke Bangladesh untuk pertama kalinya.
Perjalanan ke Bangladesh selama empat hari itu ternyata merupakan hadiah yang diterima Sarah dari adiknya. Awalnya Sarah mengira perjalanan tersebut hanya sebatas konten permainan saja.
Ia tak menyangka ternyata sang adik benar-benar membelikan tiket pesawat untuknya berangkat ke Bangladesh. Pertama kali menginjakkan kaki di Bangladesh Sarah Keihl mengaku mengalami culture shock hingga tak kuasa menahan air matanya.
"Dua hari pertama di sana, jujur aku nangis karena kaget saja. Nggak tahu kenapa air mata netes sendiri karena mungkin syok melihat kondisinya", ungkap Sarah Keihl saat ditemui di Trans TV, Jumat (5/6).
Ternyata, Sarah Keihl merasa suasana di Bangladesh membawanya kembali ke masa lalu. Bagi Sarah, kondisi di Bangladesh mirip dengan Indonesia pada 40 hingga 50 tahun yang lalu.
Bahkan, Sarah mengibaratkan suasana di Bangladesh seperti syuting bertema zaman dulu, karena segalanya masih sangat tradisional. Sarah pun menceritakan momen menegangkan yang ia alami di Bangladesh saat menyebrang jalan.
Pasalnya, Sarah menilai kondisi jalanan di Bangladesh sangat chaos. Walaupun begitu, Sarah mengaku tidak pernah melihat adanya kecelakaan fatal.
"Nyebrang di Bangladesh itu butuh skill. Kalau salah langkah taruhannya nyawa. Tapi herannya, meski traffic-nya super chaos, aku belum pernah lihat kecelakaan fatal," ceritanya.
Selama berada di Bangladesh, Sarah mengaku dirinya sempat merasa risih dan ketakutan saat ada orang asing yang berusaha mengikuti dirinya. Tak hanya itu, orang asing tersebut juga meminta bergabung dengannya saat naik becak.
Walaupun begitu, Sarah Keihl mengaku banyak mendapat pelajaran hidup dari petualangannya di Bangladesh. Kini ia jadi merasa bersyukur dengan kehidupannya saat ini yang tak sebanding dengan perjuangan masyarakat di Bangladesh.
"Bangladesh benar-benar merubah cara pandang aku. Aku jadi merasa lebih bersyukur banget. Hari-hari yang aku rasa berat di sini ternyata nggak ada apa-apanya dibanding perjuangan orang-orang di sana", pungkasnya.
(kpr/kpr)