Advertisement

Siapa Sangka, Stand Up Comedy Jadi Terapi Ardit Erwandha yang Benci Spotlight

Insertlive | Insertlive
Ardit Erwandha
Siapa Sangka, Stand Up Comedy Jadi Terapi Ardit Erwandha yang Benci Spotlight / Foto: Instagram
Jakarta -

Di balik sorotan panggung dan tawa penonton, ada sisi lain dari sosok komika yang selama ini dikenal santai dan menghibur. Ardit Erwandha justru mengaku tidak pernah benar-benar nyaman berada di tengah spotlight, meski kariernya menuntut hal sebaliknya.

Pengakuan ini terasa kontras dengan citranya di dunia hiburan. Nama Ardit semakin dikenal luas setelah tampil dalam berbagai proyek, termasuk film dan panggung stand up comedy yang membuat popularitasnya terus menanjak. Namun di balik itu semua, ada rasa canggung yang masih ia rasakan hingga sekarang.

Dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube Wendi Cagur Official, Ardit mengungkapkan bahwa sejak dulu dirinya memang bukan tipe orang yang nyaman jadi pusat perhatian. Ia bahkan menggambarkan dirinya dengan analogi sederhana namun cukup relate.

"Dari dulu tuh gue bukan orang yang ada di spotlight. Ibarat Doraemon, gue tuh tetangga rumah ketiga gitu lah, jadi yang lewat-lewat doang gitu," ujarnya.

Advertisement

Meski kariernya berkembang pesat, pandangan tersebut tidak banyak berubah. Ia merasa punya banyak hal yang ingin disampaikan, tetapi tetap tidak menikmati sorotan berlebih yang datang bersamaan dengan profesinya.

"Gue ngerasa banyak yang ingin gue omongkan, tapi gue enggak terlalu suka spotlight," lanjutnya.

Menariknya, dunia stand up comedy yang membesarkan namanya justru berawal dari rasa tidak percaya diri. Ardit menyebut bahwa aktivitas tersebut awalnya menjadi semacam "terapi" untuk mengatasi ketakutannya berbicara di depan umum.

"Kayak gue stand up tuh, sebenarnya adalah terapi karena gue tuh tidak bisa berbicara di depan banyak orang," tuturnya.

Namun hingga kini, rasa tidak nyaman itu ternyata belum sepenuhnya hilang. Bahkan, ia punya kebiasaan unik saat tampil di atas panggung-menghindari kontak mata langsung dengan penonton.

"Sampai sekarang gue stand up itu masih ngelihat jidat, karena gue kayak enggak nyaman, kayak di intimidasi gitu," jelasnya.

Pengalaman serupa juga ia rasakan saat menghadiri acara besar, termasuk momen premiere film. Situasi yang bagi banyak orang terasa glamor, justru bisa membuatnya canggung.

"Kayak kemarin premier, kan balik badan nyari kursi kita. Gue balik badan nyari kursi terus kursi gue di tengah, gue kayak 'aduh di tengah lagi' gitu. Dan semua pada nanya 'lu kenapa sih', enggak tau gue juga kenapa," ungkapnya.

Meski begitu, Ardit tetap menunjukkan profesionalisme dalam menjalani kariernya. Ia terus berusaha beradaptasi dengan tuntutan pekerjaan, meski harus berdamai dengan rasa tidak nyaman yang masih ia rasakan hingga kini.

Cerita Ardit ini jadi pengingat sederhana: tidak semua orang yang terlihat percaya diri di depan publik benar-benar menikmati sorotan. Kadang, panggung justru menjadi tempat seseorang melawan ketakutannya sendiri.

(ikh/ikh)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement