Jenis Susu Nabati yang Wajib Dicoba, Lebih Sehat dan Ramah untuk Tubuh
Pilihan susu nabati kini semakin beragam dan populer, terutama bagi mereka yang mencari alternatif lebih sehat, ramah bagi tubuh, atau memiliki intoleransi terhadap susu sapi.
Mulai dari yang berbahan kacang-kacangan hingga biji-bijian, setiap jenis susu nabati menawarkan cita rasa unik serta manfaat gizi yang berbeda.
Susu nabati atau non-dairy milk adalah minuman yang dibuat dari ekstrak atau sari tumbuhan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, atau sereal, yang diolah, sehingga tekstur dan tampilannya menyerupai susu hewani.
Susu nabati umumnya bebas kolesterol, lebih rendah kalori dan lemak jenuh dibandingkan dengan susu sapi. Dengan kandungan lemak tak jenuh yang lebih tinggi, susu nabati dapat membantu menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.
Ada berbagai jenis susu nabati yang populer dengan rasa dan manfaat yang berbeda-beda. Pilihan ini sangat bergantung pada kebutuhan diet, apakah untuk menurunkan berat badan, mencari asupan protein, atau sekadar campuran kopi.
Berikut adalah beberapa jenis susu nabati yang wajib dicoba:
1. Susu Kedelai (Soy Milk)
Susu kedelai merupakan minuman yang dibuat dari kacang kedelai yang direndam, digiling, dan direbus. Susu ini menjadi pilihan yang paling mendekati profil nutrisi susu sapi karena kaya akan protein yang setara susu sapi dan sering diperkaya dengan kalsium serta vitamin B12.
Susu kedelai sangat serbaguna. Selain diminum, susu ini bisa untuk memasak, membuat kue, atau menjadi campuran kopi.
2. Susu Oat (Oat Milk)
Susu oat memiliki tekstur paling creamy dan rasa manis alami, sehingga menjadi favorit baru untuk campuran kopi atau latte. Susu ini mengandung serat beta-glukan yang baik untuk kesehatan jantung dan pencernaan.
Karena teksturnya yang creamy serta rasa yang netral, susu oat menjadi pilihan terbaik untuk kopi dan sereal.
3. Susu Almond (Almond Milk)
Susu almond terbuat dari kacang almond yang dipanggang lalu dihaluskan dengan air. Susu ini menjadi minuman yang populer untuk menurunkan berat badan karena rendah kalori dan karbohidrat. Susu ini juga kaya akan vitamin E sebagai antioksidan, meski kandungan proteinnya cenderung rendah.
Penyajiannya, cocok untuk membuat smoothies atau diminum langsung. Susu almond juga populer sebagai campuran kopi.
4. Susu Kacang Mete (Cashew Milik)
Susu ini dikenal memiliki tekstur yang sangat halus dan rasa yang lebih gurih dibanding susu almond. Kandungan lemak tak jenuhnya baik untuk mereka yang memperhatikan kadar kolesterol.
Susu kacang mete sering ditemukan sebagai campuran kopi karena teksturnya yang creamy dan rasanya yang gurih. Susu ini juga sempurna sebagai pengental saus pasta (alfredo) atau sup krim.
5. Susu Beras (Rice Milk)
Susu beras merupakan pilihan paling hipoalergenik, sehingga sangat aman bagi orang yang sensitif dan mudah alergi terhadap kacang-kacangan atau biji-bijian.
Namun, susu ini memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi, yang artinya cepat dicerna dan menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan setelah dikonsumsi.
6. Susu Biji Rami (Flaxseed Milk)
Jenis susu yang mulai tren karena kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi. Susu ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan tekanan darah, serta mampu meredakan peradangan.
Susu biji rami disarankan untuk dicampurkan ke jus buah atau protein shake.
7. Susu Kelapa (Coconut Milk)
Susu kelapa berbeda dengan santan kental untuk memasak. Susu kelapa terbuat dari perasan daging kelapa tua, bukan air kelapa.
Kandungan yang menonjol dari jenis susu ini adalah lemak jenuh yang sehat dengan aroma kuat khas kelapa. Susu kelapa memberikan energi cepat bagi tubuh dan mendukung metabolisme.
Susu kelapa paling cocok untuk dicampurkan ke dalam masakan atau campuran minuman tropis.
(KHS/fik)