Film 'Ain' Siap Go International, Tayang 7 Mei 2026
Industri film horor Indonesia kembali kedatangan judul baru yang siap mencuri perhatian. Mengusung genre body horror yang masih jarang digarap secara serius di Tanah Air. Film Ain resmi memperkenalkan trailer dan poster perdananya dalam konferensi pers yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (8/4) 2026.
Film ini menjadi proyek kolaborasi antara MVP Pictures dan Manara Studios, sekaligus menawarkan pengalaman visual yang berbeda dari horor kebanyakan.
Dalam kesempatan tersebut, para produser seperti Raam Punjabi, Yuda Wirafianto, dan Archie Hekagery hadir bersama jajaran pemain utama, di antaranya Fergie Brittany dan Putri Ayudya. Mereka membagikan sedikit gambaran tentang konsep film Ain yang tidak hanya mengandalkan cerita, tetapi juga eksplorasi visual yang intens untuk membangun rasa tidak nyaman pada penonton nantinya.
Raam Punjabi mengaku langsung tertarik sejak pertama kali mendengar film ini. Menurutnya, pendekatan yang diambil terasa segar dibandingkan film horor pada umumnya.
"Begitu saya lihat filmnya, saya yakin ini kreatif dan bisa berbeda dari film pada umumnya," ujar Raam Punjabi saat ditemui Insertlive.
Ia juga mengungkap bahwa tema yang diangkat dalam Ain memiliki cakupan yang luas dan relevan secara global. Bahkan, konsep 'ain yang dikenal di berbagai negara dengan istilah evil eye membuatnya optimistis film ini bisa diterima di pasar internasional.
"Waktu saya deal dengan Archie untuk mengerjakan film ini, saya sampai riset dan 'ain ini dikenal di dunia sebagai evil eye. Saya jadi ingin film ini juga tayang di luar Indonesia seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, sampai Vietnam. Film ini sudah kena di hati, makanya dari awal saya setuju untuk ambil proyek ini," tambahnya.
Film Ain disutradarai oleh Archie Hekagery dan mengangkat kisah tentang Joy Putri, seorang beauty influencer yang terobsesi dengan kesempurnaan penampilannya di media sosial. Di tengah ambisinya untuk mendapatkan pengakuan, Joy justru dihadapkan pada ancaman tak kasat mata yang perlahan menghancurkan dirinya.
Cerita ini berangkat dari fenomena yang cukup dekat di masyarakat, di mana pujian dan perhatian publik sering kali beriringan dengan rasa iri tanpa disadari.
Yuda Wirafianto sebagai produser eksekutif menyebut ide cerita ini berawal dari ketertarikannya pada konsep 'ain yang kerap dibahas dalam konteks kepercayaan.
"Saya baru benar-benar relate setelah dengar dari ustaz bahwa 'ain itu nyata, dan sebagian besar dari kita sebenarnya bisa terkena. Apalagi di budaya sekarang banyak ya yang flexing, pamer di media sosial. Tanpa disadari, jadi banyak hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin sudah dijelaskan sejak dulu. Semoga film ini bisa tetap menghibur walaupun berangkat dari situ," jelas Yuda.
Archie Hekagery menilai fenomena ini terasa relevan dengan kehidupan masa kini. Menurutnya, kesadaran soal ain juga mulai banyak muncul, terutama di kalangan publik figur yang lebih berhati-hati membagikan kehidupan pribadinya.
"Memang relate dengan kehidupan zaman sekarang dan ternyata banyak juga terjadi di sekitar kita. Fenomena 'ain ini juga ternyata sudah banyak yang cukup aware, khususnya di kalangan publik figur yang lebih berhati-hati," ujar Archie.
Ia juga menambahkan bahwa selain elemen horor, film ini tetap menonjolkan hubungan emosional antar karakter. "Filmnya tetap berangkat dari body horror, tapi ada juga sisi persahabatan antara Joy dan Dini yang kuat," lanjutnya.
Fergie Brittany yang memerankan Joy mengaku tertarik sejak awal ketika mengetahui genre film ini. "Aku senang banget bisa dapat kepercayaan untuk main di film ini, apalagi pas tahu genrenya body horror, tanpa ba bi bu buat aku langsung terima. Jadi ini pengalaman baru banget buat aku," ujarnya.
Ia juga membagikan pengalaman selama proses syuting yang cukup menantang secara fisik. "Aku belum pernah dimakeup-in sepenuh itu full semuka-muka sampai badan pakai prosthetic setiap hari. Dan itu seru banget dan jadi pengalaman yang nggak terlupakan," tambahnya.
Soal chemistry, baik Fergie maupun Putri mengaku tidak mengalami kesulitan. Kedekatan keduanya bahkan sudah terasa sejak awal proses reading. "Untungnya dari awal aku udah merasa cocok karena energi kita sama," ujar Putri.
Hal ini juga diamini Archie yang menyebut interaksi keduanya terasa natural, seperti sahabat di kehidupan nyata.
Fenomena 'ain yang diangkat dalam film ini juga turut memicu diskusi di antara para pemain dan tim. Fergie mengaku film ini membuatnya mulai mempertanyakan kembali fenomena tersebut.
"Jadi lebih kepo sih, sebenarnya 'ain itu seperti apa. Soalnya banyak juga yang posting tapi baik-baik aja. Mungkin setelah film ini, aku jadi lebih ke cari tahu sih, apa bedanya 'ain, azab, atau just your bad day aja. Jadi lebih mengulik dan kepo," kata Fergie.
Sementara Putri merasa keterlibatannya di film ini membuatnya lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. "Jadi lebih mindful, terutama soal posting apa yang dibagikan. Intinya lebih ke mawas diri sih," ujarnya.
Film 'Ain berdurasi 95 menit dan dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 7 Mei 2026. Tidak hanya menyuguhkan adegan-adegan yang bikin ngilu, film ini juga mengangkat keresahan yang terasa dekat dengan kehidupan sekarang, terutama soal kebiasaan berbagi di media sosial dan bagaimana respons orang lain bisa mempengaruhi hidup tanpa disadari.
(Steffy Gracia/fik)