Kenapa Olahraga Terlalu Sering Bisa Berbahaya? Cek Gejala Overtraining
Maraknya tren hidup sehat mendorong banyak orang untuk lebih aktif berolahraga. Bahkan, olahraga kini bukan hanya sekadar kewajiban semata, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup.
Tak jarang banyak orang yang rela menyisihkan waktunya di tengah jadwal yang padat untuk berolahraga. Meski dapat menjadi penunjang bagi kesehatan tubuh, olahraga yang dilakukan secara berlebihan justru tidak lagi menyehatkan dan bisa memberikan dampak buruk. Kondisi ini disebut sebagai overtraining.
Istilah overtraining adalah kondisi ketika performa fisik menurun akibat dipaksa berlatih secara terus menerus tanpa istirahat yang cukup. Kondisi ini dapat terjadi pada siapapun yang melakukan aktivitas olahraga tanpa henti hingga melampaui kemampuan tubuhnya.
Sayangnya, masih banyak yang tidak sadar akan kondisi ini karena terlalu asik berolahraga. Padahal dampaknya sangat serius bagi kesehatan tubuh. Kenali gejala overtraining berikut ini!
1. Cedera
Cedera adalah salah satu gejala paling umum yang menandai bahwa tubuh sudah dalam kondisi overtraining. Latihan berlebih tanpa diimbangi dengan waktu istirahat dapat membuat otot dan sendi jadi tegang, apalagi bila tidak disertai dengan pemanasan dan pendinginan sebelum berolahraga.
Ketegangan tersebut terjadi karena otot dan sendi terus menerima tekanan selama berolahraga. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko keseleo, robeknya tulang rawan, hingga cedera sendi yang serius. Biasanya, cedera terjadi pada bagian lutut, bahu, atau kaki.
2. Nyeri Otot
Aktivitas fisik yang dilakukan terus menerus membuat tubuh membutuhkan pasokan energi dalam waktu singkat dan menghasilkan penumpukan asam laktat pada otot. Biasanya gejala ini ditandai dengan kram otot, napas cepat, mual, hingga sakit kepala.
Jika tidak segera berhenti, kondisi tersebut dapat memicu nyeri otot dan cedera serius. Parahnya lagi, bisa menimbulkan robekan kecil pada otot (microtears).
3. Tubuh Lemas
Lelah memang menjadi hal yang wajar saat berolahraga. Namun, overtraining dapat membuat tubuh lemas karena kelelahan yang tidak wajar. Jika terus dipaksa latihan fisik tanpa jeda, tubuh akan kekurangan asupan energi. Alhasil, tubuh jadi lemas karena kelelahan ekstrem.
4. Penurunan Performa
Saat tubuh mengalami overtraining, proses metabolisme tubuh tidak berjalan dengan efektif. Akibatnya, tubuh jadi lemas saat melakukan pergerakan yang membutuhkan dorongan kinerja otot.
Kondisi ini berujung pada penurunan performa dalam beraktivitas fisik, seperti stamina, daya tahan, kelincahan, dan kekuatan.
5. Gangguan Tidur
Jika kamu mengalami gangguan tidur, bisa jadi itu salah satu dari gejala overtraining. Overtraining bisa memicu lonjakan hormon stres, yaitu kortisol. Hormon tersebut dapat membuat tubuh tetap terjaga meskipun sedang merasa lelah sebagai respon terhadap stres. Alhasil, saat tubuh sudah waktunya tidur dan beristirahat justru malah terjaga.
6. Nafsu Makan Menurun
Biasanya, olahraga dapat meningkatkan rasa lapar karena banyak energi yang terbuang. Namun, overtraining justru menyebabkan kinerja hormon ghrelin atau hormon yang mengatur rasa lapar menjadi terganggu. Dampaknya, nafsu makan jadi menurun.
7. Mudah Sakit
Olahraga bertujuan untuk membuat tubuh menjadi sehat. Namun, overtraining justru sebaliknya. Olahraga yang dilakukan secara berlebihan dapat menurunkan imunitas tubuh. Akibatnya, tubuh jadi rentan terkena penyakit, bahkan bisa meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA).
(asr/KHS)