Setop Masukkan 8 Barang Ini Agar Mesin Cuci Tak Cepat Rusak
Mesin cuci menjadi salah satu perabotan rumah tangga yang memerlukan perawatan lebih agar tidak cepat rusak.
Alat elektronik ini membantu masyarakat untuk membersihkan pakaian yang kita kenakan setiap harinya. Namun bukan hanya pakaian, mesin cuci juga kerap digunakan untuk membersihkan barang-barang lainnya seperti sprei, kain hingga boneka.
Padahal ada risiko besar lo jika memakai mesin cuci tidak sesuai dengan kegunaannya. Kesalahan berulang itu bisa membuat mesin cuci tidak awet dan berujung rusak. Dalam laporan dari HuffPost, seorang ahli peralatan rumah tangga Ian Palmer-Smith menyebut selama bertahun-tahun ia melihat banyak kesalahan yang dilakukan masyarakat hingga membuat mesin cuci yang digunakan berujung rusak.
Kesalahan yang dilakukan pun kebanyakan kebiasaan kecil seperti memasukkan barang-barang yang terlihat sepele namun ternyata memberikan dampak yang besar pada mesin cuci. Tujuannya untuk membersihkan, namun barang-barang itu malah membuat mesin cuci tidak awet.
Berikut 8 barang yang sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam mesin cuci agar tidak cepat rusak.
Kain dengan Jenis Tertentu
Dalam laporan dari Real Simple, material kain sutra, wol, beludru, kulit, hingga suede akan mudah rusak karena putaran dan tekanan air. Pakaian yang memiliki manik-manik atau payet juga berisiko rusak atau terlepas saat proses cuci. Sehingga ada baiknya pakaian dengan jenis kain tersebut dicuci dengan tangan atau dry clean agar kualitasnya tetap baik.
Kain yang Terkontaminasi Bahan Mudah Terbakar
Kain atau lap yang sudah terkena noda seperti bensin, oli mesin atau thinner tidak boleh dimasukkan ke dalam mesin cuci. Suhu tinggi selama proses cuci dan pengeringan bisa memicu reaksi yang berbahaya bahkan berisiko terjadi kebakaran.
Kain Batik
Jangan masukkan kain batik yang belum melalui proses fiksasi warna yang sempurna. Pasalnya akan mudah luntur saat dilakukan proses mencuci di mesin cuci. Pencucian dengan suhu tinggi dan putaran yang kuat membuat warna menyebar ke kain lainnya. Sehingga kain batik sebaiknya dicuci dengan tangan, air dingin serta detergen dengan bahan lembut.
Gunakan Detergen Terlalu Banyak
Jangan memasukkan detergen dengan jumlah yang sangat banyak. Pemberian banyak detergen tidak langsung membuat pakaian lebih bersih. Sisa detergen tersebut malah bisa menumpuk di dalam mesin yang dapat mengganggu sensor dan mesin menjadi lebih cepat rusak.
Pelembut Pakaian dan Pewangi Tambahan
Meski dapat membuat pakaian menjadi lebih wangi, pemberian pewangi dan pelembut pakaian dapat meninggalkan residu pada mesin cuci. Residu itu dapat menyumbat saluran dan merusak sensor. Para ahli menyarankan untuk menggunakan bola aluminium atau minyak esensial saat proses pengeringan.
Barang dengan Ukuran Kecil
Memasukkan barang kecil seperti tali sepatu atau kaus kaki bayi berpotensi tersangkut ke celah atau di bagian dalam mesin. Jika sudah tersangkut, barang itu bisa menyumbat selang saluran pembuangan dan membuat mesin cuci lebih cepat rusak.
Barang dengan Ukuran Besar
Bukan hanya kecil, memaksa memasukkan barang dengan ukuran besar seperti selimut tebal juga dapat membuat mesin cuci cepat rusak. Karena bisa membebani kapasitas mesin cuci. Barang yang besar itu bisa merusak sabuk dan roda penggerak. Mesin cuci pun berisiko tidak stabil saat berputar.
Barang dengan Bahan Logam
Benda seperti koin, kunci ikat pinggang atau pakaian dengan akses kawat juga berbahaya jika dimasukkan ke dalam mesin cuci karena dapat menyebabkan kerusakan fisik. Logam dapat menggores bagian dalam mesin. Sehingga jangan lupa untuk memeriksa kantong pakaian sebelum memasukkannya ke dalam mesin cuci.
(agn/fik)