Menelusuri Geografi Batin Irlandia Melalui Karya Seniman Kontemporer di Jakarta
Kedutaan Besar Irlandia untuk Indonesia bekerja sama dengan ISA Art and Design dan PT Jakarta Land kembali menggelar Ireland's Eye 2026: The Imprint of the Irish Landscape.
Edisi kelima dari rangkaian pameran Ireland's Eye yang merayakan praktik seni kontemporer Irlandia ini digelari di WTC 2, Jakarta Selatan, mulai 1 hingga 24 April 2026.
Dikuratori oleh seniman dan pengajar asal Irlandia Mark Joyce, Ireland's Eye 2026 menghadirkan enam seniman Irlandia yang praktiknya mengeksplorasi hubungan mendalam antara budaya, memori, dan lanskap Irlandia.
Merentang lintas generasi, dari modernis besar almarhum Tony O'Malley hingga pembuat film muda Charlie Dineen, pameran ini menunjukkan bagaimana bentang alam, sejarah, dan mitologi Irlandia terus membentuk ekspresi artistik hingga hari ini.
Melalui medium grafis, film, dan abstraksi lukis, pameran ini memandang lanskap sebagai ruang hidup tempat sejarah, mitos, dan identitas berlapis. Pegunungan, garis pantai, flora, serta ruang urban menjadi titik pertemuan antara waktu geologis, siklus musim, dan kehadiran manusia-mengungkap bagaimana alam dan narasi tetap terjalin erat dalam kesadaran budaya Irlandia.
Di jantung pameran ini terdapat ketertarikan bersama pada konsep spirit of place, yaitu resonansi emosional dan kultural yang melekat pada suatu tempat. Sosok penting dalam dialog ini adalah Tony O'Malley (1913-2003), salah satu seniman modern paling berpengaruh di Irlandia.
Abstraksi lirisnya menangkap ritme dan karakter lanskap Irlandia, khususnya lingkungan abad pertengahan di daerah asalnya, County Kilkenny. Melalui gestur ekspresif dan eksplorasi teknik grafis, terutama cetak carborundum yang diproduksi di Graphic Studio Dublin, O'Malley merangkum esensi situs bersejarah seperti Jerpoint Abbey menjadi karya yang menghadirkan lanskap bukan sekadar sebagai pemandangan, melainkan sebagai memori dan pengalaman batin.
Ireland’s Eye 2026: The Imprint of the Irish landscape/ Foto: InsertLive |
Seniman muda Charlie Dineen menampilkan film The City Beneath Me (2025), yang direkam di lanskap mitologis Paps of Anú di County Kerry. Mengacu pada tradisi Celtic kuno yang berkaitan dengan dewi kesuburan Anú, karya ini menghidupkan kembali ritual leluhur yang pernah berlangsung di dua puncak gunung tersebut.
Menggunakan film analog yang dipadukan dengan teknologi digital, Dineen merangkai citra lanskap, suara, dan narasi mitologis untuk menunjukkan bagaimana tanah menjadi wadah bagi kisah serta jejak spiritual generasi terdahulu.
Sementara itu, seniman grafis Clíona Doyle menghadirkan etsa botani dan cetakan carborundum yang menyoroti flora asli Irlandia-mulai dari hawthorn, buah-buahan, kebun, hingga anggrek liar.
Karya-karyanya merayakan ritme musim dan keindahan sunyi dunia alami, sekaligus mencerminkan kesadaran ekologis yang kuat.
Ireland’s Eye 2026: The Imprint of the Irish landscape/ Foto: InsertLive |
Bagi pelukis dan seniman grafis Gwen O'Dowd, lanskap Irlandia merupakan kekuatan fisik sekaligus elemen emosional yang membentuk karyanya. Melalui palet warna yang terinspirasi cahaya Atlantik serta eksplorasi hubungan antara air, batu, dan bumi, O'Dowd mentransformasikan proses geologis yang berlangsung selama berabad-abad menjadi abstraksi visual yang kuat dan penuh energi.
Di sisi lain, master printmaker Robert Russell memusatkan perhatiannya pada lanskap urban Irlandia yang kaya akan jejak sejarah dan sastra.
Cetakan atmosferiknya menggambarkan lokasi-lokasi penting seperti Phoenix Park di Dublin-taman kota berpagar terbesar di Eropa-mengundang penonton memasuki ruang kontemplatif di mana masa lalu dan masa kini bertemu. Karyanya memunculkan memori budaya yang melekat pada tempat-tempat tersebut, yang juga pernah dilalui tokoh sastra seperti Bram Stoker, Oscar Wilde, dan James Joyce.
Ireland’s Eye 2026: The Imprint of the Irish landscape/ Foto: InsertLive |
Banyak karya dalam pameran ini diproduksi di Graphic Studio Dublin, salah satu pusat seni grafis terkemuka di Irlandia. Proses teknis menekan citra ke atas kertas menjadi metafora yang kuat bagi gagasan utama pameran ini-bagaimana lanskap meninggalkan jejak pada manusia, dan bagaimana manusia pada gilirannya meninggalkan jejak pada lanskap.
Dari tepian Atlantik yang liar hingga pegunungan ritual kuno di County Kerry, dari biara abad pertengahan hingga taman kota dan ruang urban, Ireland's Eye 2026 mengundang pengunjung untuk menelusuri geografi fisik sekaligus batin Irlandia-sebuah lanskap yang menjadi arsip hidup dari memori, ritual, dan perjalanan waktu.
Ireland’s Eye 2026: The Imprint of the Irish landscape/ Foto: InsertLive
Ireland’s Eye 2026: The Imprint of the Irish landscape/ Foto: InsertLive
Ireland’s Eye 2026: The Imprint of the Irish landscape/ Foto: InsertLive