Nama YouTuber Mgdalenaf Resmi Diabadikan Jadi Cabai Super Pedas dari IPB
Kabar unik sekaligus membanggakan datang dari dunia kuliner dan konten kreator. YouTuber pecinta makanan pedas, Mgdalenaf, mendadak jadi sorotan setelah namanya resmi dijadikan inspirasi untuk varietas cabai super pedas dari IPB University.
Momen ini dibagikan langsung oleh Mgdalenaf melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia terlihat tak bisa menyembunyikan rasa bahagia saat mengetahui namanya diabadikan menjadi "Cabai Magda IPB".
"Namaku resmi jadi nama cabai super pedas, Cabai Magda IPB. Auto jadi best moment di 2026. Terima kasih Prof M Syukur dan tim peneliti dari IPB," tulisnya pada Rabu (1/4/2026).
Dalam video yang sama, ia juga mengungkapkan perasaan tak menyangka atas pencapaian tersebut.
"Aku senang banget. Benar-benar gak nyangka," ujarnya dengan ekspresi girang.
Sebagai informasi, Mgdalenaf memang dikenal luas sebagai kreator yang konsisten menghadirkan konten makan pedas.
Bahkan, ia juga memiliki bisnis sambal dengan racikan cabai spesial, sehingga tak heran jika namanya dianggap relevan untuk identitas cabai ekstrem tersebut.
Cabai Super Pedas dari IPB Bukan Kaleng-Kaleng
Di balik viralnya nama Cabai Magda IPB, inovasi ini tak lepas dari peran Muhammad Syukur, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, bersama tim penelitinya.
Mereka sebelumnya juga mengembangkan varietas cabai unik bernama Cabai Palurah IPB, yang punya bentuk tak biasa-mirip jambu air.
Namun, yang paling mencuri perhatian tentu tingkat kepedasannya.
Menurut Prof Syukur, cabai ini memiliki level pedas yang ekstrem, bahkan 500 kali lebih pedas dari cabai besar biasa, dan 5 kali lebih pedas dari cabai rawit terpedas saat ini
"Cabai ini kami beri nama 'Palurah IPB'," jelasnya dalam sebuah video IPB.
Tak cuma soal rasa pedas yang nendang, cabai ini juga punya potensi besar di bidang kesehatan dan industri biofarmaka.
Prof Syukur menjelaskan bahwa varietas ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai produk, termasuk koyo cabai yang selama ini masih banyak bergantung pada impor.
"Cabai Palurah ini merupakan hasil perakitan khusus untuk memenuhi kebutuhan super pedas dan telah kami daftarkan untuk dilepas secara nasional," ujarnya.
Selain itu, penggunaannya dalam masakan juga jauh lebih efisien. Dengan sedikit saja cabai, sensasi pedas yang dihasilkan sudah maksimal.
Fenomena ini jadi bukti bagaimana dunia digital dan riset ilmiah bisa saling terhubung dengan cara yang unik. Dari sekadar konten makan pedas, kini nama Mgdalenaf benar-benar masuk dalam sejarah cabai di Indonesia.
(ikh/ikh)