Bukan Sekadar Tipis, Ini Alasan HP Hilangkan Jack Audio
Jack audio berukuran 3,5mm pada ponsel pintar sudah sejak satu dekade ini dihilangkan.
Hilangnya jack audio di ponsel ini pertama kali digagas oleh Apple pada tahun 2016. Sejak itu, tren ini menyebar bak virus ke hampir seluruh produsen flagship.
Pengguna ponsel pintar pun ramai melakukan protes atas dihilangkan audio jack ini. Namun, di balik kekesalan kita karena harus menggunakan headset atau earphone berbasis bluetooth, ada alasan teknis dan strategis mengapa industri sepakat untuk mempensiunkan teknologi yang sudah bertahan selama puluhan tahun ini.
Tak sekadar agar ponsel tipis saja, berikut adalah alasan-alasan lain yang memicu audio jack dihilangkan:
1. Menambah Kapasitas Baterai
Di dalam bodi yang semakin tipis, produsen harus menjejalkan baterai yang lebih besar, modul kamera raksasa, dan antena 5G.
Audio jack 3,5mm bukan sekadar lubang, ia memerlukan komponen internal yang cukup memakan tempat secara vertikal dan horizontal.
Dengan menghilangkan komponen ini, produsen ponsel memiliki ruang ekstra untuk menambah kapasitas baterai hingga ruang untuk sistem pendingin agar ponsel tak cepat panas.
2. Ketahanan Air dan Debu
Meskipun ponsel dengan audio jack tetap bisa dibuat tahan air, setiap lubang pada bodi adalah titik lemah potensial bagi cairan dan debu untuk masuk.
Menghilangkan audio jack menyederhanakan proses penyegelan internal, sehingga produsen lebih mudah dan murah untuk menjamin sertifikasi IP68.
3. Revolusi Audio Nirkabel
Alasan ini mungkin sedikit berbau strategi bisnis. Dengan menghilangkan audio jack, produsen menciptakan kebutuhan baru.
Pasar True Wireless Stereo (TWS) meledak karena konsumen "terpaksa" beralih ke Bluetooth. Meskipun audio kabel secara teknis masih unggul untuk bitrate tinggi, teknologi Bluetooth (seperti codec LDAC dan aptX) sudah sangat mendekati kualitas tersebut bagi telinga rata-rata pengguna.
4. Transisi ke Digital
Audio jack 3,5mm adalah teknologi analog. Untuk mengeluarkan suara, ponsel harus mengubah sinyal digital menjadi analog melalui komponen bernama DAC (Digital-to-Analog Converter).
Dengan beralih ke USB-C atau Lightning, pemrosesan audio bisa dipindahkan dari dalam ponsel ke dalam kabel atau headset itu sendiri.