Advertisement

Ketupat vs Nasi, Mana yang Lebih Besar Kalorinya?

agn | Insertlive
Ketupat Lebaran. Traditional Celebratory Dish of Rice Cake or Ketupat with Various Side Dishes, Popular Served During Eid Celebrations.
Ketupat vs Nasi, Mana yang Lebih Besar Kalorinya?/Foto: Freepik
Jakarta -

Ketupat menjadi salah satu santapan yang biasa hadir di meja makan saat momen Hari Raya Idulfitri.

Ketupat biasa disantap bersama opor ayam, daging rendang, semur hingga sambal goreng kentang. Kehadiran ketupat seolah sudah menjadi ciri khas datangnya Lebaran.

Tapi sebenarnya apa beda ketupat dan nasi yang biasa disantap sehari-hari? Berapa besaran kalori dari ketupat dan nasi? Simak beritanya di bawah.

Kalori pada Ketupat

Menurut data dari Fatsecret, di dalam satu buah ketupat terdapat kandungan gizi sebagai berikut:

Advertisement

Kalori: 176 kkal
Lemak: 2.66 g
Lemak jenuh: 0.22 g
Lemak tak jenuh ganda: 0.804 g
Lemak tak jenuh tunggal: 1.506 g
Protein: 3.6 g
Karbohidrat: 33.4 g
Serat: 1.2 g
Gula: 0.12 g
Sodium: 131 mg
Kalium: 53 mg

Kalori pada Nasi

Sementara dalam satu mangkuk nasi putih memiliki kandungan gizi sebagai berikut:

Kalori: 204 kkal
Lemak: 0.44 g
Lemak jenuh: 0.12 g
Lemak tak jenuh ganda: 0.119 g
Lemak tak jenuh tunggal: 0.138 g
Protein: 4.2 g
Karbohidrat: 44.08 g
Serat: 0.6 g
Gula: 0.08 g
Sodium: 577 mg
Kalium: 55 mg

Perbedaan kalori pada nasi dan ketupat itu terjadi karena kadar air. Ketupat atau lontong dibuat menggunakan lebih banyak air agar mampu menciptakan rasa yang lembut namun padat. Sementara nasi dalam proses pembuatannya menggunakan air yang lebih sedikit. Tingginya kadar air pada ketupat diiringi dengan minimnya jumlah beras di dalamnya.

Lebih Sehat Ketupat atau Nasi?

Berdasarkan data di atas, ketupat memiliki kalori yang lebih rendah dari nasi. Olahan makanan yang memiliki kalori lebih rendah memang baik untuk tubuh.

Namun, juga perlu diperhatikan makanan pendampingnya. Menyajikan ketupat saat Lebaran biasanya dipadukan dengan opor ayam atau rendang daging yang memiliki lemak tinggi.

Sehingga agar kesehatan tubuh tetap terjaga, Insertizen juga tetap harus memperhatikan porsi dalam satu kali makan dan mengontrol nafsu makan. Agar tidak memicu gangguan kesehatan.

(agn/agn)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement