Advertisement

Sejarah dan Peran Masjid Agung Serang dalam Program Pangan Masyarakat

InsertLive | Insertlive
Masjid Agung Serang
Sejarah dan Peran Masjid Agung Serang dalam Program Pangan Masyarakat/Foto: Goggle Review/Djoko Prih
Jakarta -

Masjid Agung Ats-Tsauroh atau yang dikenal sebagai Masjid Agung Serang merupakan salah satu masjid bersejarah di Provinsi Banten. Masjid ini telah lama menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus simbol perkembangan Islam di Kota Serang.

Masjid Agung Serang dibangun pada abad ke-19 pada masa kekuasaan Sultan Maulana Muhammad Syafiuddin. Pembangunan masjid ini berkaitan dengan perpindahan pusat pemerintahan ke wilayah Serang setelah masa kejayaan Kesultanan Banten di kawasan Banten Lama mulai berakhir.

Secara arsitektur, masjid ini mengusung perpaduan gaya tradisional Nusantara dengan pengaruh Timur Tengah. Atap bertingkat khas masjid kuno masih dipertahankan hingga kini, meskipun beberapa bagian bangunan telah mengalami renovasi untuk menyesuaikan kebutuhan zaman.

Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Agung Serang juga berfungsi sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial masyarakat. Berbagai kegiatan keagamaan hingga santunan sosial kerap digelar di kawasan masjid yang berada di pusat kota tersebut.

Advertisement

Lokasi Pembangunan Dapur Program Gizi

Seiring perkembangan waktu, peran Masjid Agung Serang juga semakin luas. Kawasan masjid ini kini menjadi salah satu lokasi pembangunan dapur produksi untuk program pemenuhan gizi masyarakat.

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan peletakan batu pertama pembangunan dapur produksi makanan bergizi di area Masjid Agung Ats-Tsauroh. Dapur ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur program Makan Bergizi Gratis yang tengah diperluas di berbagai daerah.

Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengatakan pemerintah kota mendukung penuh program tersebut karena dinilai membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

"Alhamdulillah ada kurang lebih 80 sampai 90 dapur MBG. Kemarin beberapa hari dari pemkot yang khusus bidang UMKM dan ekonomi membahas bahwa ternyata dengan adanya dapur, perputaran uang di Kota Serang sebulan mencapai Rp100 miliar," ujar Nur Agis Aulia saat acara peletakan batu pertama pembangunan dapur MBG di Masjid Agung Ats-Tsauroh, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, dampak ekonomi dari program tersebut cukup besar karena banyak pelaku UMKM hingga peternak lokal mengalami lonjakan permintaan produksi.

Bahkan beberapa usaha kecil yang biasanya memproduksi puluhan produk per hari kini harus meningkatkan kapasitas hingga ribuan pesanan.

Acara di Masjid Agung SerangAcara di Masjid Agung Serang/ Foto: Dok. Istimewa

Sementara itu, Wakil Ketua BGN Bidang Komunikasi Publik Sony Sonjaya menjelaskan dapur tersebut akan menjadi pusat produksi makanan bergizi yang dikelola melalui sistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Fasilitas ini diharapkan mempercepat distribusi makanan bergizi bagi masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, santri madrasah di sekitar masjid, hingga balita yang belum mendapatkan program tersebut.

Pembangunan dapur MBG di kawasan Masjid Agung Serang menunjukkan bagaimana situs religi bersejarah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Program ini bahkan diperkirakan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah hingga ratusan miliar rupiah setiap tahunnya.

(InsertLive)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement