Advertisement

Mengenal Monowi, Kota Paling Sepi di Dunia karena Hanya Dihuni 1 Orang

Insertlive | Insertlive
Ilustrasi Kota Monowi
Mengenal Monowi, Kota Paling Sepi di Dunia karena Hanya Dihuni 1 Orang / Foto: AI
Jakarta -

Di tengah luasnya wilayah Amerika Serikat, terdapat sebuah kota kecil yang memiliki kisah unik sekaligus menyentuh.

Kota itu bernama Monowi, yang kini dikenal sebagai salah satu kota paling sepi di dunia karena hanya dihuni oleh satu orang saja.

Padahal, puluhan tahun lalu kota ini pernah hidup dan ramai dengan aktivitas masyarakatnya.

Perubahan zaman, kondisi ekonomi, hingga perpindahan penduduk membuat Monowi perlahan ditinggalkan hingga akhirnya menyisakan satu warga yang tetap bertahan.

Advertisement

Kota yang Kini Hanya Memiliki Satu Penduduk

Satu-satunya orang yang masih tinggal di kota kecil tersebut adalah Elsie Eiler.

Ia telah lama menetap di Monowi dan menjadi sosok yang menjaga agar kota itu tetap diakui secara resmi.

Meski hanya dihuni satu orang, Monowi masih tercatat sebagai kota resmi di Amerika Serikat.

Keunikan ini membuatnya dikenal luas dan sering disebut sebagai kota dengan populasi paling sedikit di negara tersebut.

Kisah tentang Monowi bahkan menarik perhatian banyak media internasional dan wisatawan yang penasaran dengan kehidupan di sebuah kota yang hanya memiliki satu penduduk.

Pernah Ramai pada Era 1930-an

Sebelum menjadi kota tersepi, Monowi pernah berkembang cukup pesat. Pada era 1930-an, jumlah penduduk di kota ini mencapai lebih dari 150 orang.

Saat itu, kehidupan masyarakat ditopang oleh aktivitas pertanian dan keberadaan jalur kereta api di sekitarnya.

Banyak keluarga tinggal dan bekerja di kawasan tersebut sehingga kota kecil ini sempat berkembang.

Namun setelah World War II berakhir, kondisi ekonomi mulai berubah. Lapangan pekerjaan berkurang dan sektor pertanian mengalami penurunan. Akibatnya, banyak warga memutuskan pindah ke kota lain.

Seiring waktu, berbagai fasilitas publik, seperti toko, kantor pos, hingga sekolah akhirnya tutup karena semakin sedikitnya penduduk.

Populasi Menurun

Penurunan jumlah penduduk terjadi secara perlahan selama beberapa dekade. Pada tahun 1980, populasi Monowi hanya tersisa sekitar 18 orang.

Dua puluh tahun kemudian jumlah itu semakin menyusut hingga tinggal dua orang saja, yakni Elsie Eiler dan suaminya, Rudy. Keduanya menjalankan sebuah kedai minuman kecil di kota tersebut.

Namun, setelah sang suami meninggal pada tahun 2004, Elsie resmi menjadi satu-satunya penduduk yang tersisa di Monowi.

Menjalankan Kota Seorang Diri

Menariknya, meski tinggal seorang diri, Elsie tetap menjalankan berbagai peran penting agar kota tersebut tetap berfungsi secara administratif.

Ia bertindak sebagai wali kota, bendahara, sekaligus petugas administrasi kota. Bahkan dalam pemilihan wali kota, Elsie menjadi satu-satunya pemilih yang memberikan suara untuk dirinya sendiri.

Ia juga harus mengurus dokumen resmi, pajak kota, hingga berbagai perizinan agar Monowi tetap diakui sebagai kota yang sah.

Walaupun hanya dihuni satu orang, kehidupan di Monowi tidak sepenuhnya sunyi.

Elsie mengelola sebuah bar kecil bernama Monowi Tavern yang menjadi satu-satunya bisnis di kota tersebut.

Tempat itu sering dikunjungi warga dari kota sekitar maupun wisatawan yang penasaran dengan kota unik ini.

Selain itu, terdapat juga perpustakaan kecil bernama Rudy's Library yang didirikan Elsie untuk mengenang mendiang suaminya.

Kisah Monowi menjadi bukti bahwa sebuah kota bisa tetap bertahan meski ditinggalkan hampir seluruh warganya.

Hingga hari ini, keberadaan kota kecil itu masih terjaga berkat dedikasi satu orang yang memilih untuk tetap tinggal dan merawatnya.

(ikh/and)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement