7 Takjil Khas Timur Tengah yang Cocok untuk Buka Puasa
7 Takjil Khas Timur Tengah yang Cocok untuk Buka Puasa
Berbuka puasa selalu terasa lebih spesial dengan hidangan manis atau gurih yang menggugah selera.
Selain kurma yang menjadi sunnah dan simbol Ramadan, kawasan Timur Tengah juga memiliki beragam takjil khas dengan cita rasa yang kaya rempah dan tradisi panjang.
Sajian-sajian ini bukan hanya pelepas dahaga, tetapi juga bagian dari budaya yang diwariskan turun-temurun.
Menariknya, beberapa di antaranya sudah cukup populer di Indonesia, meski tak sedikit yang masih jarang ditemui.
Mulai dari yang manis hingga gurih mengenyangkan, sajian ini bisa menjadi inspirasi menu buka puasa yang berbeda dari biasanya.
Berikut tujuh takjil khas Timur Tengah yang cocok jadi pilihan saat azan magrib berkumandang.
7 Takjil Khas Timur Tengah yang Cocok untuk Buka Puasa
Nama makanan ini pasti sudah cukup familiar di dengar telinga Insertizen. Turkish Delight atau lokum menjadi salah satu manisan khas Turki yang sudah mendunia. Teksturnya kenyal lembut karena terbuat dari campuran pati dan gula yang dimasak hingga mengental, lalu dipotong kecil berbentuk kubus atau bulat. Warnanya beragam, mulai dari merah muda hingga hijau pistachio, dan biasanya dilapisi gula bubuk agar tidak lengket.
Rasanya manis dengan sentuhan aroma mawar, lemon, atau kacang-kacangan. Disajikan dalam potongan kecil, Turkish Delight cocok sebagai takjil ringan sebelum menyantap hidangan utama. Rasa manisnya pas untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
2. Mohalabia
Mohalabia dikenal sebagai puding klasik dari kawasan Timur Tengah, terutama Lebanon. Teksturnya lembut dan creamy karena terbuat dari campuran susu dan tepung beras yang dimasak perlahan hingga mengental. Biasanya ditambahkan gula, sedikit garam, serta aroma mawar atau air bunga jeruk untuk memperkaya rasa.
Sajian ini kerap dihias kacang almond, pistachio, atau kayu manis bubuk di atasnya. Disajikan dingin, mohalabia terasa ringan di perut sehingga cocok sebagai menu pembuka sebelum menyantap makanan berat saat berbuka.
3. Qatayef
Qatayef sering disebut sebagai pancake khas Arab yang populer selama Ramadan. Bentuknya kecil dan hanya dimasak di satu sisi, sehingga bagian atasnya tetap berpori dan mudah diisi. Isian yang digunakan pun beragam, mulai dari krim manis hingga kacang cincang.
Setelah diisi, qatayef bisa langsung disajikan atau digoreng lebih dulu hingga renyah. Biasanya disiram sirup gula atau madu agar rasanya semakin legit. Kombinasi tekstur lembut dan manisnya membuat takjil ini selalu hadir di meja berbuka di banyak negara Timur Tengah.
4. Fattoush
Bagi yang ingin berbuka dengan sesuatu yang lebih segar, fattoush bisa menjadi pilihan. Salad khas kawasan Levant ini memadukan sayuran segar seperti selada, tomat, mentimun, dan lobak dengan potongan roti pita panggang yang renyah.
Ciri khas fattoush terletak pada penggunaan sumac, rempah berwarna merah keunguan dengan rasa asam segar. Tambahan perasan lemon dan minyak zaitun juga membuat hidangan ini terasa ringan namun tetap mengenyangkan. Fattoush sering menjadi pendamping hidangan utama saat berbuka puasa.
5. Sambusa
Sambusa atau samosa versi Timur Tengah merupakan camilan gurih berbentuk segitiga yang banyak dijumpai saat Ramadan. Kulitnya tipis dan renyah setelah digoreng, sementara bagian dalamnya berisi daging cincang, kentang, atau campuran sayuran yang dibumbui rempah seperti jintan dan ketumbar.
Di beberapa negara, sambusa disajikan dengan saus ketumbar, daun mint, atau chutney bercita rasa asam manis. Rasanya yang gurih dan berbumbu kuat membuat camilan ini pas disantap hangat-hangat sebagai pembuka sebelum makan besar.
6. Baklava
Baklava menjadi ikon dessert Timur Tengah yang terkenal hingga Eropa. Kue ini terdiri dari lapisan filo pastry tipis yang diisi kacang cincang seperti walnut atau pistachio, lalu dipanggang hingga renyah dan disiram sirup madu atau gula.
Teksturnya garing di luar dan lembut manis di dalam. Meski rasanya cukup kaya, baklava kerap menjadi pilihan takjil karena mampu mengembalikan energi dengan cepat setelah berpuasa seharian.
7. Shawarma
Shawarma mungkin lebih dikenal dengan sebutan kebab di Indonesia. Di Timur Tengah, daging ayam, sapi, atau kambing yang sudah direndam bumbu dan yoghurt dipanggang perlahan, lalu diiris tipis dan dibungkus roti pita.
Isinya dilengkapi sayuran segar seperti selada, tomat, mentimun, bawang bombai, serta saus tahini. Shawarma kerap menjadi pilihan praktis untuk berbuka, terutama bagi yang tidak sempat pulang ke rumah. Rasanya gurih dan cukup mengenyangkan untuk mengisi kembali tenaga setelah seharian berpuasa.
Itulah tujuh takjil khas Timur Tengah yang bisa menjadi inspirasi menu buka puasa dengan nuansa berbeda. Jadi, tak hanya kurma yang bisa hadir di meja berbuka, sajian manis dan gurih khas kawasan ini juga layak Insertizen coba untuk menghadirkan suasana Ramadan yang lebih berwarna.
(Steffy Gracia/arm)