10 Menu Sahur yang Bikin Cepat Haus dan Lapar
10 Menu Sahur yang Bikin Cepat Haus dan Lapar
Sahur merupakan sunah Ramadan yang menganjurkan seluruh umat Islam untuk makan dan minum sebelum melaksanakan puasa.
Sahur sendiri bermanfaat untuk memberikan cadangan energi bagi tubuh agar stamina tetap terjaga sampai waktu berbuka.
Maka dari itu, penting untuk memilih menu sahur yang tepat agar rasa kenyang lebih lama dan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup saat puasa.
Pasalnya, ada beberapa makanan dan minuman yang justru dapat menyebabkan rasa haus dan lapar setelah dikonsumsi sehingga kurang dianjurkan sebagai menu sahur.
Apa sajakah menu sahur tersebut? Simak informasinya berikut ini.
1. Mi Instan
Mie instan termasuk jenis makanan yang pengolahannya sangat praktis dan tidak memakan waktu lama sehingga sering dijadikan menu sahur. Namun, makanan ini tidak dapat memberi rasa kenyang lebih lama pada tubuh.
Meski mengandung karbohidrat tinggi, mie instan memiliki kandungan protein yang rendah. Lonjakan karbohidrat tanpa protein yang cukup dapat memicu gangguan pada gula darah. Inilah yang menyebabkan rasa lapar. Jika ingin sahur dengan mie instan, sebaiknya tambahkan makanan bernutrisi lain, seperti telur atau sayuran agar kadar gula lebih terjaga.
2. Gorengan
Gorengan sering menjadi jajanan yang banyak diburu saat bulan puasa. Sayangnya, makanan ini kurang direkomendasikan untuk dimakan ketika sahur.
Sama halnya seperti mie instan, gorengan juga termasuk makanan yang tinggi kalori tetapi rendah akan nutrisi penting, seperti serat dan protein. Kandungan tersebut dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat diikuti dengan penurunan drastis. Hal ini dapat memicu rasa lapar dan lemas pada tubuh. Selain itu, kandungan lemak berlebih pada gorengan sering membuat tenggorokan terasa lebih kering sehingga mudah terasa haus.
3. Makanan Pedas
Makanan pedas yang mengandung cabai merupakan makanan yang disukai sebagian besar masyarakat Indonesia. Tak heran makanan ini sering dijadikan menu saat sahur.
Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas saat sahur perlu dihindari. Kandungan capsaicin pada makanan pedas dapat menimbulkan sejumlah gangguan pencernaan, seperti iritasi pada saluran pencernaan, peningkatan asam lambung, hingga diare. Saat terjadi diare, tubuh akan kehilangan banyak cairan sehingga akan mengalami dehidrasi.
4. Makanan Asin
Makanan seperti ikan asin, telur asin, keju, dan makanan lainnya yang tinggi natrium kurang dianjurkan untuk dijadikan menu sahur. Sebagian makanan asin dipastikan memiliki kandungan sodium tinggi. Konsumsi sodium berlebih dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh sehingga menimbulkan rasa haus setelahnya.
Selain menyebabkan mudah haus, asupan garam berlebih dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.
5. Daging Olahan
Produk daging olahan, seperti sosis, nugget, dan kornet merupakan daging yang telah melalui berbagai proses untuk memperpanjang masa simpan. Makanan ini sering menjadi pilihan praktis untuk lauk saat sahur karena mudah diolah dan dapat disimpan di freezer.
Namun, perlu diketahui bahwa daging olahan memiliki kandungan yang jauh berbeda dengan daging segar. Proses pengolahan pangan yang telah dilalui oleh daging olahan membuat makanan ini kehilangan kandungan nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, dan serat. Akibatnya, tubuh jadi merasa lapar meskipun sudah makan daging olahan.
|
Baca Juga : 12 Menu Sahur Tanpa Nasi yang Sehat dan Praktis
|
6. Makanan Kalengan
Serupa dengan daging olahan, makanan kaleng juga kerap dijadikan pilihan menu saat sahur karena praktis dan mudah diolah. Meski dapat mengenyangkan sesaat, rasa kenyang tersebut tidak bertahan lama.
Produk makanan kalengan sering kali mengandung senyawa bisphenol-A (BPA) yang berasal dari lapisan wadah kalengnya. Senyawa ini berisiko mengganggu kinerja hormon sehingga membuat otak menjadi kurang responsif terhadap sinyal kenyang.
7. Makanan Manis
Makan-makanan manis selalu tampak menggoda untuk dinikmati sebagai pencuci mulut saat sahur. Padahal, mengonsumsi makanan manis justru dapat meningkatkan rasa lapar.
Makanan manis tentunya memiliki kandungan gula yang tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang menimbulkan efek lapar. Selain itu, makanan tinggi gula juga berpotensi mengganggu fungsi hormon leptin, yakni hormon yang bekerja untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Kondisi ini memicu keinginan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan manis setelah sahur.
8. Kopi
Kopi merupakan salah satu minuman favorit yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Namun, kopi sebaiknya dihindari dulu ketika sahur.
Kandungan kafein yang tinggi pada kopi memiliki sifat diuretik yang dapat mendorong ginjal untuk memproduksi lebih banyak urine. Efeknya, kita jadi sering buang air kecil setelah minum kopi. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan sehingga menimbulkan dehidrasi jika tidak diimbangi dengan minum air putih yang cukup.
9. Teh
Selain kopi, teh juga termasuk minuman berkafein lainnya yang tidak dianjurkan saat sahur. Meski kandungan kafeinnya lebih rendah, teh dapat memicu ginjal memproduksi banyak air seni.
Selain itu, sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang untuk menyajikan teh dengan rasa yang manis. Kandungan gula pada teh manis dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga mengganggu kinerja insulin dan membuat glukosa turun di bawah batas normal. Akibatnya, kita jadi rentan haus dan ngantuk selepas sahur.
10. Minuman Bersoda
Minuman bersoda kerap dijadikan minuman pelepas dahaga karena terasa menyegarkan. Padahal, minuman ini justru dapat membuat kita semakin haus.
Perlu diingat bahwa minuman bersoda memiliki kadar gula yang tinggi hingga melampaui kebutuhan gula harian tubuh. Kadar gula yang tinggi ini memaksa ginjal bekerja ekstra untuk membuang kelebihannya melalui urine. Dampaknya, kita jadi rentan buang air kecil setelah minum minuman bersoda. Inilah yang menyebabkan tubuh kekurangan cairan.
(Astrid Riyani Atmaja/arm)