Advertisement

Sering Dianggap Sepele, Ini Alasan Teh Tak Dianjurkan Saat Sahur

InsertLive | Insertlive
Ilustrasi es teh manis, teh tawar
Sering Dianggap Sepele, Ini Alasan Teh Tak Dianjurkan Saat Sahur/Foto: Freepik
Jakarta -

Sahur menjadi waktu penting bagi umat Muslim untuk menyiapkan energi sebelum menjalani puasa seharian.

Namun, kebiasaan minum teh saat sahur ternyata sering tidak dianjurkan oleh ahli gizi karena dapat memengaruhi daya tahan tubuh selama berpuasa.

Alasannya, teh mengandung kafein. Meski tidak setinggi kopi, kafein tetap bersifat diuretik ringan yang dapat memicu tubuh lebih sering buang air kecil.

Akibatnya, cairan tubuh lebih cepat berkurang dan risiko merasa haus saat puasa meningkat.

Advertisement

Hal ini dijelaskan dalam berbagai kajian nutrisi. Selain itu, teh mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan.

Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal milik Harvard T.H. Chan School of Public Health, tanin dapat mengikat mineral tertentu sehingga tubuh tidak menyerapnya secara optimal.

Jika kebiasaan ini dilakukan saat sahur, tubuh bisa lebih cepat lemas karena nutrisi yang masuk tidak terserap maksimal.

Dalam perspektif Islam, menjaga kondisi tubuh saat puasa juga dianjurkan sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 195.

"...Dan janganlah kamu jatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri dengan melakukan tindakan bunuh diri dan menyalurkan harta untuk berbuat maksiat..." (QS. Al-Baqarah ayat 195).

Merujuk pada ayat tersebut, memilih makanan dan minuman bergizi saat sahur menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan selama Ramadan.

Meski demikian, minum teh sebenarnya tidak dilarang sepenuhnya. Para ahli gizi menyarankan agar teh diminum setelah berbuka atau diberi jeda setelah makan sahur.

Dengan begitu, tubuh tetap mendapatkan cairan dan nutrisi yang cukup untuk menjalani puasa dengan lebih nyaman.

(dis/dis)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement