Advertisement

Sutradara 'Only What We Carry' Sebut Quentin Tarantino Aktor Berbakat

Insertlive | Insertlive
Quentin Tarantino dan Uma Thurman saat syuting Kill Bill vol I.
Sutradara 'Only What We Carry' Sebut Quentin Tarantino Aktor Berbakat / Foto: Dok. Ist
Jakarta -

Selama puluhan tahun, nama Quentin Tarantino identik dengan kursi sutradara, naskah penuh dialog tajam, dan gaya sinematik yang khas.

Namun dalam proyek terbarunya, ia justru berdiri di depan kamera, bukan sebagai cameo singkat, melainkan dalam peran yang disebut cukup signifikan.

Film drama berjudul Only What We Carry mempertemukan Tarantino dengan dunia akting yang lebih serius, dalam proyek yang tidak ia tulis maupun sutradarai.

Menurut sang sutradara, Jamie Adams, keputusan tersebut bukan sekadar gimmick.

Advertisement

"Dia aktor yang luar biasa. Berbakat alami. Saya bangga film ini memberinya kesempatan untuk menunjukkannya," ujar Adams di Variety, Rabu (18/2).

Dalam film tersebut, Tarantino memerankan sosok dari masa lalu yang mengganggu reuni dua sahabat lama yang diperankan oleh Simon Pegg dan Charlotte Gainsbourg.

Karakternya disebut menjadi katalis emosional yang membuka kembali luka dan ketegangan yang belum selesai.

Bagi Tarantino, ini menjadi salah satu peran akting terbesarnya sejak era 1990-an, yakni masa ketika ia tampil dalam film seperti From Dusk Till Dawn bersama George Clooney.

Bedanya, kali ini ia sepenuhnya berada di bawah arahan orang lain.

Adams bahkan memberi isyarat bahwa ini bisa menjadi fase baru bagi sang sineas legendaris. Ketika ditanya apakah akting bisa menjadi langkah karier berikutnya bagi Tarantino, ia menjawab optimistis.

"Mungkin menulis dan menyutradarai hanyalah permulaan," ujarnya.

Pernyataan itu menarik, mengingat Tarantino berulang kali menyatakan bahwa film berikutnya kemungkinan akan menjadi karya terakhirnya sebagai sutradara.

Ia juga pernah mengungkapkan ketertarikannya untuk beralih ke teater dan penulisan novel.

Jika benar, maka Only What We Carry bisa menjadi jembatan menuju identitas baru Tarantino sebagai aktor.

Kembalinya Tarantino ke sorotan publik juga terjadi di tengah kontroversi. Pada Desember lalu, ia menuai kritik setelah melontarkan komentar keras terhadap Paul Dano.

Ia menyebut penampilan Dano di There Will Be Blood sebagai aktor lemah dan tidak menarik.

Komentar tersebut memicu reaksi di Hollywood, termasuk dari Clooney yang menyebutnya sebagai kritik yang kejam.

Aktor Matthew Lillard, yang juga menjadi sasaran kritik dalam podcast yang sama, mengaku tersinggung dan menyebut pernyataan tersebut menyakitkan.

Kini, publik menunggu apakah perhatian terhadap kontroversi itu akan mereda oleh performa akting Tarantino di film terbarunya.

Di industri yang gemar memberi label, Tarantino selalu dikenal sebagai auteur yakni sosok kreator total.

Tapi jika Only What We Carry berhasil, ia mungkin akan membuktikan satu hal lain, bahwa di balik reputasi sutradara legendaris, ada aktor yang selama ini belum sepenuhnya dieksplorasi.

(ikh/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement