8 Makanan dari Berbagai Negara yang Dipercaya Bawa Hoki
Setiap budaya punya cara unik untuk mengundang keberuntungan. Bukan hanya lewat doa atau ritual, tapi juga lewat makanan yang disantap di momen-momen penting seperti Tahun Baru atau festival tertentu.
Menariknya, simbol keberuntungan itu sering tersembunyi dalam bentuk, warna, hingga cara memasaknya. Dari buah delima sampai mie panjang umur, ini dia delapan makanan pembawa hoki dari berbagai penjuru dunia.
1. Delima: Simbol Rezeki dan Kehidupan Baru
Ilustrasi Buah Delima/ Foto: Freepik |
Di kawasan Mediterania, buah delima identik dengan kesuburan dan kelimpahan. Biji-bijinya yang merah dan banyak melambangkan rezeki yang terus bertambah.
Dalam sejarah Mesir kuno, buah ini bahkan dikaitkan dengan kehidupan setelah mati. Firaun Tutankhamun diketahui dimakamkan bersama simbol berbentuk delima sebagai perlambang reinkarnasi.
2. Tamale: Hoki yang Dibungkus Kebersamaan
Di Mexico, tamale bukan sekadar makanan. Proses membuatnya melibatkan seluruh keluarga. Ada yang mengolah adonan jagung, ada yang menyiapkan isian, ada pula yang membungkusnya dengan daun.
Tradisi ini dipercaya membawa keberuntungan karena menguatkan ikatan keluarga, terutama saat Tahun Baru.
3. Anggur 12 Butir: Harapan untuk 12 Bulan
Anggur muscat/ Foto: iStock |
Di Spain dan Portugal, orang-orang memakan 12 butir anggur tepat saat pergantian tahun.
Setiap butir mewakili satu bulan dalam setahun. Kalau berhasil menghabiskannya sebelum dentang terakhir tengah malam, dipercaya tahun depan akan berjalan lancar.
4. Lentil: Bentuk Kecil, Makna Besar
lentil/ Foto: iStock |
Di Italy dan Brazil, lentil disantap saat Tahun Baru karena bentuknya menyerupai koin.
Saat dimasak, lentil mengembang. Simbolnya jelas: kekayaan yang terus bertumbuh.
5. Marzipan Babi: Ungkapan "Beruntung" dalam Bentuk Manis
Di Germany dan Austria, ada ungkapan "schwein gehabt" yang berarti beruntung.
Karena itu, permen marzipan berbentuk babi sering dijadikan hadiah saat Natal dan Tahun Baru sebagai simbol hoki.
6. Chaku: Manisnya Keberuntungan dari Nepal
Di Nepal, chaku dikonsumsi saat festival Maghe Sankranti.
Terbuat dari molase, ghee, dan susu, makanan ini dipercaya memperkuat tubuh sekaligus membawa keberuntungan saat pergantian musim dingin.
7. Mie Panjang: Jangan Dipotong!
Mie panjang umur Surabaya/ Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim |
Dalam budaya China, mie panjang melambangkan umur panjang. Mie tidak boleh dipotong saat dimasak atau dimakan karena dipercaya bisa "memotong" usia atau keberuntungan.
Sementara di Japan, mie soba dimakan saat malam Tahun Baru sebagai simbol meninggalkan kesulitan lama dan menyambut awal baru.
8. Soul Food: Uang dan Emas di Meja Makan
Di wilayah selatan United States, kombinasi kacang kedelai hitam, collard greens, dan cornbread menjadi menu wajib Tahun Baru.
Sayuran hijau melambangkan uang kertas, sementara roti jagung menyerupai emas. Simbol sederhana, tapi sarat harapan kemakmuran.
Percaya atau tidak, tradisi makanan pembawa hoki ini menunjukkan satu hal: manusia selalu mencari harapan dalam hal-hal kecil.
Dan mungkin, keberuntungan bukan hanya soal apa yang dimakan-tetapi tentang makna yang kita percayai di baliknya.
(ikh/ikh)
Ilustrasi Buah Delima/ Foto: Freepik
Anggur muscat/ Foto: iStock
lentil/ Foto: iStock
Mie panjang umur Surabaya/ Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim