Penasaran Dengan Bayaran Manusia Semak di Panggung Super Bowl Bad Bunny
Penampilan Halftime Show Super Bowl 2026 milik Bad Bunny tidak hanya mencuri perhatian karena megahnya produksi, tetapi juga karena kehadiran sosok-sosok "manusia semak" yang memenuhi lapangan.
Mereka sempat viral di media sosial setelah publik mengetahui bahwa sosok tersebut bukan properti panggung, melainkan manusia sungguhan.
Para performer itu mengenakan kostum menyerupai rumput tebu untuk mengubah Levi's Stadium di Santa Clara, California, pada Minggu (8/2/2026), menjadi lanskap ladang tebu khas Puerto Rico, tanah kelahiran Bad Bunny.
Meski wajah mereka tidak pernah terlihat kamera, justru kehadiran merekalah yang menjadi perbincangan hangat setelah pertunjukan usai.
Salah satu performer bernama José Villanueva mengungkapkan pengalamannya. Ia mengaku dibayar sekitar US$18,70 per jam untuk memerankan seikat rumput dalam pertunjukan tersebut.
"Kamu dapat sudut pandang kalau menonton dari tribun. Kamu juga dapat sudut pandang lain kalau menonton lewat layar. Tapi berada langsung di lapangan itu benar-benar berbeda. Aku sampai ingin menangis, tapi kutahan," ujarnya di NBC News.
Bad Bunny di Super Bowl/ Foto: Instagram |
Dengan total waktu kerja mencapai 70 jam, termasuk delapan hari latihan intensif, José mengantongi bayaran sekitar Rp22 juta.
Peran tersebut memang bukan untuk menari, tetapi para performer diminta melakukan gerakan terstruktur dan blocking sebagai bagian dari produksi skala besar.
Berdasarkan panggilan casting dari agensi Backlit, jadwal latihan terdiri atas delapan sesi selama dua pekan.
Bahkan, ada satu sesi final berdurasi 14 jam menjelang hari pertandingan. Para pelamar juga harus siap mengenakan kostum full-body berbobot hingga 40 pon atau sekitar 18 kilogram, serta memiliki pengalaman baris-berbaris.
José mengaku pada awalnya para performer tidak mengetahui akan berperan sebagai apa di panggung.
"Teoriku kami akan jadi hiu. Yang lain bilang kami akan jadi katak. Lalu kami melihat ada semak bergerak, kami bingung. Mereka bilang, 'Kalian akan jadi pohon,'" katanya.
Karena posisinya menuntut banyak gerakan, José harus berlatih lebih lama dengan kostum berat tersebut. Pada hari pertama latihan, ia merasakan beban seperti 50-60 pon di bahunya selama berjam-jam.
"Itu menyiksa. Serius, sekitar 20 persen orang menyerah. Ada yang sampai menangis, ada yang kena serangan panik, banyak yang akhirnya keluar," ungkapnya.
Penampilan Bad Bunny di Halftime Super Bowl 2026 memang menjadi sorotan besar. Sepekan sebelumnya, musisi bernama asli Benito Antonio Martínez Ocasio itu juga mencetak sejarah di Grammy Awards 2026 lewat album DeBÍ TiRAR MáS FOToS yang menjadi album berbahasa Spanyol pertama yang meraih Album of the Year.
Meski penampilannya di Super Bowl menuai kritik dari sebagian pihak, ia juga mendapatkan banyak pujian karena menghadirkan penghormatan kuat terhadap budaya dan identitas Puerto Rico di panggung sebesar itu.
(ikh/ikh)
Bad Bunny di Super Bowl/ Foto: Instagram