10 Negara dengan Restoran Paling Murah di Dunia
Selama ini, banyak orang percaya bahwa memasak di rumah adalah cara paling hemat untuk mengatur pengeluaran. Namun, anggapan tersebut tidak selalu berlaku di seluruh dunia.
Di sejumlah negara di Asia, Afrika, hingga Amerika Latin, makan di luar justru lebih murah dibandingkan memasak sendiri.
Melansir The Money, perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di negara dengan ekonomi maju, restoran harus menanggung biaya sewa tinggi, upah karyawan, utilitas, pajak, hingga regulasi ketat.
Kondisi tersebut membuat harga makanan di restoran bisa berkali-kali lipat dari biaya bahan mentahnya.
Sebaliknya, di banyak negara berkembang, pedagang kaki lima dan restoran kecil independen beroperasi dengan biaya minimal. Mereka membeli bahan dalam jumlah besar, memasak menu terbatas dengan volume tinggi, serta hampir tanpa limbah.
Ditambah lagi, budaya makan di luar yang sudah mengakar membuat perputaran pelanggan stabil dan persaingan sangat ketat, sehingga harga tetap rendah.
Sementara itu, bahan makanan di supermarket sering kali relatif mahal, terutama karena dibeli dalam jumlah kecil oleh rumah tangga. Biaya energi dan pendingin juga ikut meningkatkan ongkos memasak di rumah.
Berikut 10 negara di mana makan di luar lebih hemat dibandingkan memasak sendiri:
1. Thailand
Kuliner nong khai, thailand/ Foto: Ahmad Masaul Khoiri |
Di Thailand, banyak rumah perkotaan memiliki dapur kecil atau bahkan tanpa dapur karena makan di luar lebih ekonomis. Pedagang kaki lima menjual hidangan seperti pad thai dengan harga mulai US$0,30. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan membeli bahan di supermarket yang dikenal cukup mahal.
2. Vietnam
Kuliner Vietnam/ Foto: (Lena Ellitan/d'travelers) |
Di Vietnam, makan di luar adalah bagian dari keseharian. Bánh mì dan semangkuk pho bisa dibeli dengan harga kurang dari USD$1. Warung kaki lima biasanya hanya fokus pada beberapa menu dan memasaknya sepanjang hari, sehingga biaya produksi rendah.
3. Taiwan
Shilin Night Market, pasar malam paling populer di Kota Taipei, Taiwan/ Foto: Wahyu Setyo Widodo |
Banyak warga Taiwan terbiasa makan di luar setiap hari. Kotak bento murah, warung mi, hingga pasar malam menyediakan makanan dengan harga terjangkau. Dengan harga bahan makanan yang relatif mahal, makan di luar dinilai lebih masuk akal secara ekonomi.
4. Singapura
tur kuliner di Singapura/ Foto: Istimewa |
Sebagai negara maju, Singapura menjadi pengecualian menarik. Pemerintah memberikan subsidi sewa dan dukungan bagi hawker centre yang menjadi identitas nasional dan diakui UNESCO. Sepiring nasi ayam Hainan bahkan bisa dibeli sekitar US$0,79.
5. Filipina
kuliner ekstrem khas filipina/ Foto: Travelling Foodie (Site news) |
Di Filipina, carinderia atau warung makan kecil menjadi pilihan utama masyarakat. Satu hidangan utama dapat dihargai mulai US$0,17. Warung ini memasak dalam jumlah besar dan menyajikannya secara prasmanan, sehingga harga per porsi sangat rendah.
6. Indonesia
Di Indonesia, warung makan keluarga tersebar hampir di setiap sudut jalan. Hidangan seperti nasi goreng atau nasi dengan lauk ayam dan sayur dapat dibeli sekitar USD1. Dengan tenaga kerja keluarga dan biaya operasional rendah, harga tersebut sering kali lebih murah dibandingkan memasak sendiri.
7. India
makanan india/ Foto: (Neni Setyowati/d'Traveler) |
Di India, kantin dan warung pinggir jalan menawarkan nasi, roti, dan kari dengan harga terjangkau. Para pedagang membeli bahan dari pasar grosir dan menyajikan menu yang sama sepanjang hari, sehingga biaya produksi efisien.
8. Nigeria
Kotoran Tikus dan Daging Anjing Jadi Makanan Favorit di Nigeria/ Foto: Site News/YouTube |
Di kota-kota Nigeria, pekerja harian lebih memilih makan di warung lingkungan. Sup, kacang-kacangan, atau nasi jollof dijual dengan harga terjangkau. Biaya bahan bakar dan gas rumah tangga yang tinggi membuat memasak sendiri menjadi lebih mahal, terutama bagi yang tinggal sendiri.
9. Kolombia
Warga Kolombia mengenal corrientazo, yaitu paket makan siang lengkap dengan harga tetap. Dengan harga setara sekitar US$1, pelanggan sudah mendapat menu lengkap yang lebih hemat dibandingkan membeli bahan secara terpisah.
10. Meksiko
Chef Ortega Sajikan Kuliner Autentuk Meksiko di The Restaurant/ Foto: dok. detikFood/Mukhlis Dinillah |
Cocinas económicas dan warung taco pinggir jalan di Meksiko menawarkan harga sangat terjangkau. Taco bisa dijual sekitar US$0,60 per buah. Biaya operasional rendah dan pembelian bahan dalam jumlah besar membuat harga tetap kompetitif.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pola konsumsi sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan budaya setempat. Di negara-negara tersebut, menyalakan kompor di rumah belum tentu menjadi pilihan paling hemat.
(ikh/fik)
Kuliner nong khai, thailand/ Foto: Ahmad Masaul Khoiri
Kuliner Vietnam/ Foto: (Lena Ellitan/d'travelers)
Shilin Night Market, pasar malam paling populer di Kota Taipei, Taiwan/ Foto: Wahyu Setyo Widodo
tur kuliner di Singapura/ Foto: Istimewa
kuliner ekstrem khas filipina/ Foto: Travelling Foodie (Site news)
makanan india/ Foto: (Neni Setyowati/d'Traveler)
Kotoran Tikus dan Daging Anjing Jadi Makanan Favorit di Nigeria/ Foto: Site News/YouTube
Chef Ortega Sajikan Kuliner Autentuk Meksiko di The Restaurant/ Foto: dok. detikFood/Mukhlis Dinillah