Bioskop Quentin Tarantino di LA Kembali Putar Film Porno untuk Rayakan Sejarah
Bioskop legendaris milik Quentin Tarantino di Los Angeles, New Beverly Cinema, akan kembali menayangkan film-film porno sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang tempat tersebut.
Sebelum dimiliki Tarantino, New Beverly Cinema dikenal sebagai bioskop film dewasa pada era 1970-an dengan nama Eros.
Jejak masa lalu itu kini diangkat kembali melalui sebuah program pemutaran khusus yang digelar sepanjang bulan ini.
Pihak pengelola menghadirkan rangkaian film porno klasik yang pernah menjadi bagian penting dari sejarah sinema Amerika.
Sejumlah judul yang akan diputar antara lain serial Nurse, The Fireworks Woman karya Wes Craven, The Opening of Misty Beethoven, Emmanuelle, Black Emmanuelle, hingga Caligula.
Quentin Tarantino sendiri telah menjadi pemilik bioskop New Beverly Cinema sejak 2007.
Namun, ia baru secara resmi mengambil peran sebagai kepala programer bioskop tersebut pada 2014, setelah bertahun-tahun memberikan subsidi demi menjaga operasionalnya.
Bioskop ini sempat ditutup sementara akibat pandemi COVID-19 sebelum akhirnya kembali beroperasi pada 2021.
Sejak dibuka kembali, New Beverly dikenal konsisten memutar film-film klasik dalam format analog, sebuah pendekatan yang sejalan dengan kecintaan Tarantino pada sejarah sinema.
Di luar aktivitasnya sebagai pengelola bioskop, Tarantino juga tengah menyiapkan proyek film besar berikutnya.
Ia menulis naskah sekuel Once Upon A Time In Hollywood yang berjudul The Adventures Of Cliff Booth.
Meski demikian, proyek film produksi Netflix tersebut tidak akan ia sutradarai.
Kursi sutradara diserahkan kepada David Fincher, sementara Brad Pitt dipastikan kembali memerankan karakter Cliff Booth.
Trailer perdana film tersebut bahkan telah diputar saat Super Bowl pada 8 Februari lalu.
Tarantino sebelumnya menjelaskan keputusannya itu dalam podcast The Church Of Tarantino.
"Saya pikir saya dan David Fincher adalah dua sutradara terbaik. Jadi gagasan bahwa David Fincher benar-benar ingin mengadaptasi karya saya, bagi saya, menunjukkan tingkat keseriusan terhadap karya saya yang menurut saya perlu diperhitungkan," ujarnya.
Dengan pemutaran film porno klasik ini, New Beverly Cinema kembali menegaskan posisinya bukan sekadar bioskop biasa, melainkan ruang hidup sejarah sinema termasuk sisi paling kontroversialnya.
(ikh/ikh)