Cara Buang Kotoran Kucing di Rumah: Tips Wangi dan Sehat
Memelihara kucing di rumah memang menyenangkan, tapi urusan membersihkan kotorannya sering jadi tantangan tersendiri. Jika tidak ditangani dengan benar, kotoran kucing bisa menimbulkan bau menyengat, menyebarkan bakteri, hingga mengganggu kenyamanan rumah. Padahal, dengan cara yang benar, kotoran kucing bisa dibuang dengan lebih higienis tanpa meninggalkan aroma mengganggu.
Berikut tips membuang kotoran kucing di rumah agar tetap wangi dan sehat.
1. Gunakan Sekop Khusus untuk Menyaring Kotoran Kucing
Membersihkan kotoran kucing sebaiknya menggunakan sekop khusus litter box yang memiliki lubang kecil. Sekop ini membantu memisahkan pasir bersih dari kotoran padat dan gumpalan pasir yang terkena urine. Dengan begitu, pasir yang masih layak pakai tidak terbuang sia-sia.
Untuk menjaga kebersihan, gunakan sarung tangan saat mengambil kotoran agar tangan tidak terpapar bakteri. Setelah kotoran tersaring, masukkan ke dalam kantong plastik kecil sebelum dibuang. Pastikan kantong diikat rapat agar bau tidak menyebar.
Kotoran kucing sebaiknya segera dibuang ke tempat sampah luar rumah. Hindari menumpuknya terlalu lama di dalam rumah karena bisa memicu bau menyengat dan meningkatkan risiko penyebaran kuman.
2. Rutin Membersihkan Litter Box dan Ganti Pasir
Membersihkan kotoran padat dan gumpalan urine kucing idealnya dilakukan satu hingga dua kali sehari. Kebiasaan ini membantu mencegah penumpukan amonia yang menjadi sumber bau tak sedap di rumah.
Selain itu, mengganti pasir kucing secara berkala juga penting untuk menekan pertumbuhan bakteri. Beberapa jenis pasir seperti zeolit dan silika bahkan bisa dicuci dan digunakan kembali sesuai petunjuk.
Setiap satu hingga dua minggu sekali, kosongkan litter box dan cuci wadahnya menggunakan sabun antibakteri atau cairan pembersih yang aman untuk hewan. Pastikan litter box dikeringkan dengan baik sebelum diisi ulang agar tetap higienis.
3. Terapkan Metode Double Bagging
Salah satu cara paling efektif untuk mengunci bau kotoran kucing adalah dengan metode double bagging. Teknik ini sangat berguna terutama di area permukiman padat karena bau bisa mudah tercium ke lingkungan sekitar.
Caranya cukup sederhana. Masukkan kotoran kucing ke dalam kantong plastik kecil, ikat rapat, lalu masukkan kembali ke dalam kantong sampah yang lebih besar. Dengan dua lapis plastik, risiko kebocoran udara dan cairan bisa diminimalkan.
Metode ini juga membantu mencegah datangnya lalat atau hewan lain yang tertarik pada bau kotoran. Selain lebih bersih, cara ini menjaga kenyamanan rumah dan lingkungan sekitar.
4. Gunakan Baking Soda sebagai Penetral Bau
Baking soda bisa menjadi solusi alami untuk mengurangi bau pada litter box. Taburkan sedikit baking soda di dasar kotak pasir sebelum menambahkan pasir baru.
Bahan ini bekerja dengan menyerap bau tanpa membahayakan kucing. Namun, gunakan secukupnya dan pastikan baking soda tercampur rata dengan pasir agar tidak mengganggu kenyamanan kucing saat menggunakan litter box.
5. Hindari Membuang Kotoran ke Toilet
Meski terlihat praktis, membuang kotoran kucing ke toilet bukan pilihan yang tepat. Terutama untuk pasir jenis clumping, kebiasaan ini berisiko menyumbat saluran pembuangan.
Selain itu, limbah kotoran kucing tidak selalu aman untuk sistem pembuangan air. Membuangnya ke tempat sampah dengan cara yang benar tetap menjadi pilihan paling aman dan higienis.
6. Membersihkan Area Sekitar Litter Box
Jika kotoran atau pasir kucing tercecer di lantai, segera bersihkan menggunakan disinfektan non-pemutih. Lap area tersebut hingga benar-benar kering agar bau tidak tertinggal.
Menjaga area sekitar litter box tetap bersih membantu mengurangi penyebaran bakteri dan menjaga kualitas udara di dalam rumah.
7. Cegah Bau Sejak Awal
Pencegahan selalu lebih baik. Gunakan pasir kucing berkualitas atau pasir organik yang lebih mudah terurai. Tempatkan litter box di area dengan sirkulasi udara yang baik untuk mencegah bau terperangkap.
Jika diperlukan, penggunaan air purifier di ruangan tertentu juga bisa membantu menjaga udara tetap segar, terutama di rumah dengan lebih dari satu kucing.
8. Hindari Sabun Berpewangi Kuat
Membersihkan litter box memang perlu sabun, tetapi hindari produk dengan pewangi menyengat atau bahan kimia keras. Aroma yang terlalu kuat justru bisa mengganggu indra penciuman kucing yang jauh lebih sensitif dibanding manusia, sehingga membuatnya enggan menggunakan litter box.
Tak hanya itu, paparan aroma buatan dalam jangka panjang juga berpotensi membahayakan kesehatan kucing. Mengutip PetMD, produk pembersih berpewangi dapat membuat kucing stres dan menghindari kotak pasirnya. Beberapa kandungan kimia bahkan berisiko menjadi racun jika terhirup terus-menerus. Sebagai alternatif, gunakan sabun khusus hewan peliharaan atau pembersih dengan formula netral yang aman untuk kucing.
9. Bersihkan Peralatan Kucing Secara Rutin
Sekop, sarung tangan, dan peralatan lain yang digunakan untuk membersihkan kotoran kucing juga perlu dibersihkan setelah dipakai. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran kuman ke area lain di rumah.
Jika menggunakan sarung tangan sekali pakai, segera buang setelah digunakan. Untuk sarung tangan karet yang bisa dipakai ulang, cuci dan keringkan sebelum disimpan. Jangan lupa membersihkan kandang kucing secara berkala agar kesehatan anabul tetap terjaga.
Dengan melakukan penanganan yang tepat seperti di atas, urusan membersihkan kotoran kucing di rumah tak lagi merepotkan. Mulai dari cara membuangnya hingga menjaga kebersihan litter box, kebiasaan sederhana ini bisa membantu rumah Insertizen tetap wangi sekaligus menjaga kesehatan anabul kesayangan.
(sgc)