Advertisement

Perilaku Turis Makin Buruk, Festival Bunga Sakura Jepang di Fuji Batal Digelar

asw | Insertlive
Bunga Sakura
Perilaku Turis Makin Buruk, Festival Bunga Sakura Jepang di Fuji Batal Digelar/Foto: Muharram Saputra
Jakarta -

Festival sakura Jepang di kawasan Gunung Fuji dibatalkan tahun ini. Keputusan ini diambil otoritas setempat menyusul peningkatan jumlah wisatawan serta perilaku turis yang dianggap semakin buruk dan mengganggu kehidupan warga setempat.

Pemerintah Kota Fujiyoshida secara resmi mengumumkan pembatalan festival bunga sakura di Taman Arakurayama Sengen pada 3 Februari lalu.

Festival yang diadakan setahun sekali ini telah berlangsung selama satu dekade dan umumnya menarik hingga 200 ribu pengunjung setiap musim semi. Pemandangan bunga sakura mekar disertai panorama ikonik Gunung Fuji menjadi daya tarik festival ini.

Namun di balik keindahan festival ini, pemerintah lokal mencatat berbagai persoalan serius yang ditimbulkan. Persoalan itu mulai dari kemacetan lalu lintas, sampah yang menumpuk, hingga gangguan kenyamanan bagi warga setempat yang terus meningkat setiap tahun.

Advertisement

"Gunung Fuji bukan sekadar objek wisata bagi kami, tetapi bagian dari cara hidup," ungkap Wali Kota Fujiyoshida, Shigeru Horiuchi kepada media lokal, dikutip Senin (9/2).

Horiuchi mengaku khawatir kehidupan tenang warga setempat mulai terancam karena lonjakan wisatawan yang terus meningkat setiap tahun.

Laporan media setempat bahkan menyebut adanya turis yang masuk ke rumah warga tanpa izin untuk menggunakan toilet, menerobos pekarangan pribadi, hingga buang air di taman rumah penduduk.

Sementara keramaian wisatawan di sekitar taman juga dilaporkan membuat anak-anak sekolah terdorong ke luar trotoar. Hal ini memicu kekhawatiran soal keselamatan.

Gunung FujiGunung Fuji/ Foto: Annisa Nurindriyanti

Lonjakan wisatawan ke Jepang, terutama wisatawan asing dipicu oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah nilai yen yang melemah hingga wisatawan asing bisa berkunjung dengan mudah.

Selain itu, media sosial juga mendorong perburuan foto estetik berlatar bunga sakura dan Gunung Fuji yangh disebut sebagai salah satu lokasi foto paling ikonik di dunia.

Meski festival bunga sakura dibatalkan, pemerintah setempat memperkirakan bahwa arus wisatawan akan tetap tinggi selama musim mekarnya bunga sakura. Oleh karena itu, sejumlah langkah pengamanan telah disiapkan seperti petugas keamanan hingga imbauan menggunakan transportasi umum.

Pembatalan festival bunga sakura ini menjadi bagian dari upaya lebih luas yang dilakukan Jepang untuk melawan lonjakan wisatawan yang ekstrem, khususnya di kawasan Gunung Fuji.

Meski sempat menuai pro dan kontra, kebijakan pembatalan festival hingga pembatasan jumlah wisatawan dinilai efektif untuk menjaga keamanan setempat.

Pemerintah lokal juga menegaskan bahwa kebijakan serupa bisa kembali diperlakukan jika lonjakan wisatawan kembali tak terkendali.

(asw)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement