Advertisement

8 Makanan Indonesia Ini Ternyata Ada Pengaruh Budaya Asing

Annisa Nur | Insertlive
Kwetiau kepiting
8 Makanan Indonesia Ini Ternyata Ada Pengaruh Budaya Asing (Foto: Dok.Bikin Laper)
Jakarta -

8 Makanan Indonesia Ini Ternyata Ada Pengaruh Budaya Asing

Indonesia memiliki banyak sekali jenis makanan yang lahir dari setiap daerah. Uniknya dari setiap prosesnya menjadi makanan terdapat pengaruh budaya asing.

Salah satunya adalah teknik mengukus makanan yang biasa terdapat pada bolu, lemper dan wajik ketan yang dipengaruhi budaya Tiongkok.

Kulturasi budaya terhadap masakan Indonesia tidak perlu dianggap aneh, karena melihat sejarah adanya buku masakan pertama itu ditemukan pertama kali di Hindia Belanda pada tahun 1834.

Menurut JJ Rizal dalam diskusi Makanan Lokal secara daring berpendapat bahwa mendefinisikan masakan Indonesia tanpa menimbang sejarah perjumpaan berisiko menyesatkan.

Advertisement

"Kalau definisi itu dibuat tanpa mempertimbangkan sejarahnya, risiko adalah sesat, " tegasnya.

Berikut makanan Indonesia yang ternyata dipengaruhi oleh budaya asing.

1. Makanan Kukus

Teknik mengukus banyak ditemukan dalam jajanan tradisional seperti bolu kukus, lemper, nagasari, hingga wajik ketan. Metode ini dipengaruhi oleh budaya Tiongkok yang sudah lama mengenal teknik memasak dengan uap untuk menjaga tekstur dan cita rasa bahan makanan. Hingga kini, teknik kukus menjadi salah satu metode paling populer dalam kuliner Nusantara.

2. ⁠Mie Kwetiau Bihun

Mie ayam, bakmi, kwetiau goreng, hingga bihun kuah merupakan adaptasi dari kuliner Tiongkok. Bahan dasar tepung dan teknik pengolahan mie dibawa oleh pedagang Tionghoa yang datang ke Nusantara berabad-abad lalu. Seiring waktu, cita rasanya disesuaikan dengan lidah lokal, seperti tambahan kecap manis dan sambal.

3. ⁠Makanan Bersantan

Penggunaan santan memang berasal dari kelapa yang banyak tumbuh di Asia Tenggara. Namun teknik mengolah santan dalam kari dan gulai mendapat pengaruh kuat dari budaya India dan Timur Tengah. Masakan seperti rendang dan opor ayam merupakan hasil akulturasi budaya tersebut dengan bahan lokal Indonesia.

4. ⁠Rempah

Indonesia dikenal sebagai 'Negeri Rempah'. Namun, penyebaran dan pengolahan rempah dalam berbagai masakan juga dipengaruhi oleh interaksi dengan pedagang Arab, India, hingga Eropa. Perdagangan rempah inilah yang memperkaya teknik memasak dan kombinasi bumbu dalam kuliner Nusantara.

5. ⁠Sambal dan Makanan Pedas

Meski sambal identik dengan Indonesia, cabai sebagai bahan utamanya ternyata berasal dari Amerika Latin dan dibawa oleh bangsa Portugis pada abad ke-16. Setelah masuk ke Nusantara, cabai berkembang pesat dan diolah menjadi berbagai jenis sambal khas daerah.


6. ⁠Keju, Susu Margarin

Penggunaan produk olahan susu seperti keju dan margarin dipengaruhi budaya Eropa, terutama Belanda. Hidangan seperti kastengel, poffertjes, klappertaart, hingga roti manis menjadi bukti perpaduan kuliner lokal dan Eropa.

7. Makanan Semur

Semur berasal dari kata Belanda, smoor yang berarti direbus perlahan. Teknik memasak dengan cara direbus menggunakan kecap dan rempah ini berkembang menjadi semur daging, semur jengkol, hingga semur telur yang kini dianggap sebagai masakan rumahan khas Indonesia.

8.Martabak

Martabak memiliki pengaruh dari budaya Timur Tengah dan India. Martabak telur diyakini berasal dari pedagang Arab-India, sementara martabak manis atau terang bulan berkembang dari adaptasi resep pancake ala Belanda yang disesuaikan dengan selera lokal.

Akulturasi budaya dalam makanan Indonesia menunjukkan bahwa kuliner Nusantara lahir dari proses panjang perjumpaan berbagai bangsa. Justru dari percampuran inilah tercipta cita rasa khas yang kini menjadi identitas Indonesia.



(ANN/KHS)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement