Advertisement

No Fake! Ini 5 Kalimat yang Hanya Bisa Diucapkan oleh Orang Benar-benar Tulus

Astrid Riyani Atmaja | Insertlive
Ilustrasi ngobrol
No Fake! Ini 5 Kalimat yang Hanya Bisa Diucapkan oleh Orang Benar-benar Tulus (Foto: Freepik)
Jakarta -

Ketulusan dan kepedulian seseorang dapat tercermin dari kalimat yang mereka ucapkan sehari-hari. Berbeda dari kalimat pada umumnya, ketulusan ini bisa dirasakan hingga menyentuh hati para pendengarnya.

Sejumlah orang dapat menunjukkan rasa empati dan kepedulian kepada sekitarnya dengan mudah. Bagi orang-orang seperti itu, ketulusan telah menjadi sesuatu yang timbul secara alami di dalam diri mereka tanpa harus dibuat-buat.

Nah, bagi Insertizen ingin mengetahui apakah orang tersebut benar-benar tulus atau tidak, ada beberapa kalimat yang kerap mereka ucapkan menurut psikologi. Melansir dari Yourtango, berikut ini kalimat yang akan kamu dengar dari orang yang benar-benar tulus.

"Aku Bangga Padamu!"

Ungkapan ini mengandung emosi positif berupa rasa bangga yang dalam atas keberhasilan orang lain. Orang yang tulus akan sering menggunakan kalimat ini untuk menunjukkan bahwa mereka turut merasa bahagia atas pencapaian orang tersebut. Artinya, mereka benar-benar peduli terhadap segala proses dan usaha yang dijalani orang tersebut hingga meraih hasil yang diinginkan.

Advertisement

Tidak hanya saat perayaan tertentu, orang yang benar-benar tulus bisa melontarkan kalimat ini pada momen sederhana sekalipun. Misalnya, saat seseorang baru selesai mengerjakan pekerjaan rumahnya, mereka mungkin akan berkata "Aku bangga padamu karena telah menyelesaikan pekerjaanmu dengan baik!"

"Aku Minta Maaf"

Meski terdengar sederhana, kata maaf akan kerap diucapkan oleh orang yang benar-benar peduli jika mereka memang telah melakukan kesalahan. Tak banyak orang yang mau mengakui kesalahan mereka. Namun, orang yang tulus akan dengan mudah menunjukkan rasa bersalah mereka.

Bagi mereka, ungkapan maaf bukan berarti menurunkan harga diri atau menunjukkan bahwa mereka lemah. Permintaan maaf menekankan bahwa mereka benar-benar peduli dan bertanggung jawab atas kesalahan atau kerugian yang telah mereka perbuat kepada orang lain.

"Terima Kasih Sudah Bercerita Denganku"

Orang yang benar-benar peduli selalu berusaha menjadi pendengar yang baik bagi orang sekitarnya. Mereka sadar bahwa tidak banyak yang dapat membuka diri dengan mudah saat tengah mengalami masa-masa sulit. Itulah yang membuat mereka selalu merasa berterima kasih saat seseorang bersedia untuk berbagi cerita kepada mereka.

Selain menunjukkan kepedulian, ungkapan ini juga membawa emosi positif yang dapat menciptakan ketenangan batin dalam benak seseorang. Orang tersebut mungkin bisa menghadapi masalah dengan perasaan yang lebih tenang saat mendengar kalimat ini secara langsung.

"Tidak Apa-apa Merasa Seperti Ini"

Ketika orang memiliki empati yang tinggi, mereka cenderung merasakan perasaan yang sama dengan apa yang dirasakan orang lain. Mereka paham bahwa perasaan gelisah tersebut sangat mengganggu dan tidak mudah untuk dilewati.

Sebagai bentuk kepedulian, mereka akan selalu menunjukkan dukungan emosional dengan berkata "tidak apa-apa merasa seperti ini." Bagi mereka, semua perasaan yang dirasakan orang lain itu valid. Validasi tersebut memberi ruang aman bagi pendengarnya agar tidak tergelincir ke masalah mental yang lebih serius.

"Aku Ada Di Sini Untukmu"

Kalimat sesederhana "aku ada di sini untukmu," terdengar sangat bermakna bila diucapkan oleh orang yang benar-benar peduli. Kalimat ini merupakan dukungan emosional kepada orang lain. Pasalnya, orang yang sedang melewati masa sulit sering merasa segan untuk meminta bantuan.

Orang yang benar-benar peduli akan melontarkan kalimat ini sebagai bentuk kesediaan untuk turut memikul beban tersebut. Orang-orang itu rela mengorbankan waktu berharga mereka untuk hadir di sisi yang membutuhkan. Lebih lanjut, ungkapan ini juga dapat menurunkan kecemasan berlebih yang dirasakan pendengarnya.

(Astrid Riyani Atmaja/arm)

Komentar

!nsertlive

Advertisement