Advertisement

4 Cara Frugal Living Sederhana agar Pengeluaran Lebih Terkontrol

Steffy Gracia | Insertlive
Ilustrasi keuangan
4 Cara Frugal Living Sederhana agar Pengeluaran Lebih Terkontrol (Foto: Freepik)
Jakarta -

4 Cara Frugal Living Sederhana agar Pengeluaran Lebih Terkontrol

Di tengah biaya hidup yang terus merangkak naik, mengatur pengeluaran kini jadi tantangan tersendiri bagi banyak orang.

Tanpa disadari, kebiasaan kecil seperti jajan berlebihan atau belanja impulsif bisa membuat keuangan cepat bocor. Situasi ekonomi saat ini pun mendorong banyak orang mulai melirik frugal living sebagai cara hidup yang lebih bijak dan realistis.

Frugal living sendiri adalah gaya hidup hemat dengan memprioritaskan kebutuhan dan tujuan jangka panjang daripada keinginan tiap pribadi untuk mencapai kebebasan finansial.

Frugal living bukan berarti pelit atau menahan diri secara berlebihan, melainkan bagaimana mengelola uang dengan lebih terarah tanpa mengorbankan kualitas hidup. Berikut empat cara frugal living sederhana yang bisa Insertizen mulai dicoba.

Advertisement


1. Membuat Anggaran Bulanan dan Mencatat Pengeluaran

Langkah paling dasar dalam frugal living adalah mengetahui ke mana uang pergi. Mencatat seluruh pengeluaran, termasuk yang terlihat sepele seperti biaya parkir atau ongkos transfer, membantu melihat pola pengeluaran secara keseluruhan. Dari catatan tersebut, kebocoran uang biasanya mulai terlihat.

Dengan data yang jelas, anggaran bulanan bisa disusun lebih realistis. Setiap pos pengeluaran jadi bisa diberi batas agar tidak melebihi pemasukan. Cara ini memudahkan menentukan prioritas dan menekan pengeluaran yang sebenarnya masih bisa dikurangi tanpa mengganggu kebutuhan utama.

2. Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Salah satu tantangan terbesar dalam mengelola keuangan adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan seperti makan, tempat tinggal, dan transportasi sebaiknya selalu berada di urutan teratas. Sementara itu, keinginan seperti nongkrong, belanja barang tren, atau membeli barang bermerek perlu dipertimbangkan ulang.

Agar tidak terjebak belanja impulsif, aturan menunda pembelian bisa diterapkan, misalnya dengan memberi jeda waktu satu minggu atau one week rule untuk barang non-esensial. Cara ini membantu meredam dorongan sesaat dan memberi ruang berpikir apakah barang tersebut benar-benar diperlukan.


3. Memasak Sendiri dan Membawa Bekal

Pengeluaran makan juga sering kali menjadi pos terbesar dalam keuangan bulanan. Kebiasaan membeli makanan di luar atau memesan lewat aplikasi memang terasa ringan di awal, tetapi lama-kelamaan jumlahnya cukup signifikan. Memasak sendiri bisa jadi solusi sederhana untuk mengurangi budget pengeluaran makanan.

Dengan menyiapkan makanan di rumah dan membawa bekal, pengeluaran harian bisa ditekan cukup drastis. Selain lebih hemat, pola makan juga cenderung lebih terkontrol dan sehat. Kebiasaan ini juga membantu mengurangi pemborosan karena bahan makanan dibeli sesuai kebutuhan.

4. Memanfaatkan Promo, Diskon, dan Barang Secondhand

Frugal living bukan berarti menutup diri dari belanja, hanya saja lebih cermat dalam memilih barang apa yang akan dibeli. Promo, diskon, dan cashback bisa dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan, selama tetap sesuai anggaran dan tidak memicu belanja secara berlebihan. Contohnya bisa dimaksimalkan dari momen-momen seperti Harbolnas atau diskon musiman jelang liburan.

Selain itu, barang secondhand atau hasil thrifting juga bisa menjadi alternatif menarik. Banyak barang bekas yang masih layak pakai dengan kualitas baik dan harga jauh lebih terjangkau. Untuk hiburan, pilihan sederhana seperti olahraga di ruang publik atau aktivitas di rumah juga bisa menjadi opsi tanpa harus menguras dompet.

Dengan menerapkan langkah-langkah frugal living secara konsisten, pengeluaran dapat lebih terkontrol tanpa harus merasa tertekan. Kuncinya ada pada kesadaran dan kebiasaan kecil yang Insertizen bisa lakukan secara konsisten, sehingga kondisi keuangan nantinya akan tetap sehat.



(Steffy Gracia/arm)

Komentar

!nsertlive

Advertisement