Mengenal Tren Ruang Belajar Kolaboratif di Era Gen Z
Perkembangan teknologi digital dan perubahan pola belajar pada generasi muda mendorong transformasi ruang belajar di berbagai perguruan tinggi.
Ruang akademik yang sebelumnya berorientasi pada aktivitas individual kini bergeser menjadi ruang kolaboratif yang memfasilitasi diskusi, kerja tim, serta pertukaran ide lintas disiplin.
Tren ini sejalan dengan kebutuhan generasi muda terutama para mahasiswa akan lingkungan belajar yang lebih fleksibel, inklusif, dan mendorong kreativitas.
Mendukung kegiatan ini, sejumlah institusi pendidikan mulai menghadirkan creative space dan co-working area sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran.
Ruang-ruang ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai wadah lahirnya gagasan, inovasi, dan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, serta mitra eksternal.
Salah satu inisiatif yang hadir dalam tren tersebut adalah The Gade Creative Lounge, ruang kolaboratif yang dikembangkan oleh PT Pegadaian melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sektor pendidikan.
Gade Creative/ Foto: Dok. Istimewa |
Program ini menyasar perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan memiliki pemahaman literasi yang baik.
Diresmikan pada 3 Februari 2026 di Kampus IPB, Bogor. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung aktivitas akademik sekaligus pengembangan kreativitas mahasiswa melalui ruang diskusi, area terbuka, ruang podcast, dan pojok literasi yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar bersama.
Kehadiran The Gade Creative Lounge di lingkungan kampus mencerminkan pergeseran fungsi fasilitas akademik, termasuk perpustakaan, menjadi ruang interaksi yang lebih dinamis. Dari ruang kolaboratif inilah diharapkan lahir ide-ide baru yang tidak hanya relevan bagi dunia akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
(dis/dis)
Gade Creative/ Foto: Dok. Istimewa