Viral Ibu-ibu Indonesia di Dubai Punya Range Rover Rp1,7 Miliar, Ngaku Bebas Pajak
Banyak orang Indonesia langsung kepikiran satu hal saat punya mobil, yakni pajak tahunan. Mau mobil murah atau mahal, tiap tahun tetap harus bayar. Namun, cerita berbeda datang dari Dubai, Uni Emirat Arab, yang sistem kepemilikan kendaraannya disebut jauh lebih ringan.
Kisah ini ramai dibicarakan setelah sebuah video viral di media sosial. Video tersebut dibagikan akun @bentalaproject.
Dalam video itu, seorang ibu rumah tangga asal Indonesia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Dubai memperlihatkan mobil miliknya, sebuah Range Rover Evoque Si4 dengan harga sekitar Rp1,7 miliar. Ia menjelaskan bahwa memiliki mobil di Dubai terasa jauh lebih mudah dibandingkan di Indonesia.
Menurut ceritanya, mobil tersebut dibeli baru di diler dengan harga sekitar 700 ribu dirham. Hal yang paling mengejutkan adalah soal pajak kendaraan. Ia mengaku tidak pernah membayar pajak tahunan sejak membeli mobil tersebut.
Orang Indonesia di Dubai/ Foto: Tangkapan Layar |
Ia menjelaskan, pemilik kendaraan di Dubai hanya perlu membeli mobil, mengurus dokumen registrasi seperti STNK, lalu mobil bisa langsung dibawa pulang. Setelah itu, tidak ada kewajiban membayar pajak kendaraan setiap tahun.
Dokumen kepemilikan kendaraan juga disebut tidak memiliki masa kedaluwarsa, selama mobil tersebut masih atas nama pemilik yang sama. Artinya, selama tidak dijual atau dipindahtangankan, tidak ada biaya pajak rutin seperti di Indonesia.
Hal inilah yang membuat banyak warganet terkejut dan mulai membandingkan sistem di Dubai dengan aturan kepemilikan kendaraan di Tanah Air.
Dalam video yang sama, ia juga menyinggung soal adanya pembatasan kepemilikan kendaraan tertentu, terutama untuk mobil-mobil supercar. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pembatasan tersebut tidak disertai kewajiban iuran atau pajak tahunan.
Ia juga membahas soal mobil-mobil mewah yang sempat terlihat ditinggalkan di satu area setelah banjir besar melanda Dubai. Menurutnya, mobil-mobil seperti Rolls-Royce, Ferrari, hingga Lamborghini itu bukan sengaja dibuang.
Mobil-mobil tersebut disebut sudah diganti oleh pihak asuransi atau diler dengan unit baru. Sementara mobil lama yang rusak akibat banjir dibiarkan begitu saja.
Sistem asuransi dan perlindungan konsumen di Dubai dinilai sangat memudahkan pemilik kendaraan, sehingga mereka tidak terlalu terbebani saat menghadapi kerusakan besar akibat bencana alam.
Cerita ini membuat banyak orang menilai bahwa memiliki mobil di Dubai jauh lebih ringan, baik dari sisi administrasi maupun biaya. Tak heran, video tersebut langsung ramai dibahas oleh warganet Indonesia yang sudah terbiasa dengan kewajiban pajak kendaraan setiap tahun.
(yoa/and)
Orang Indonesia di Dubai/ Foto: Tangkapan Layar