Advertisement

Heboh soal Virus Nipah, Thailand Ungkap Dampak ke Pariwisata

kpr | Insertlive
Pemeriksaa kesehatan bandara Thailand untuk mencegah virus Nipah
Heboh soal Virus Nipah, Thailand Ungkap Dampak ke Pariwisata / Foto: The Government Public Relation Department Thailand
Jakarta -

Heboh soal Virus Nipah, Thailand Ungkap Dampak ke Pariwisata

Virus Nipah kini menjadi ancaman baru bagi berbagai negara. Virus ini pertama kali muncul di Bengal Barat, India.

Thailand menjadi salah satu negara yang sangat siaga dalam menghadapi penyebaran virus Nipah ke negaranya. Hingga sat ini, belum ada laporan kasus virus Nipah di Negeri Gajah Putih itu.

Thapanee Kiatphaibool, Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), mengatakan pada hari Rabu (28/1), TAT terus memantau laporan infeksi virus Nipah (NiV) di Benggala Barat, India, serta langkah-langkah penahanan yang diterapkan oleh otoritas India. Thailand sendiri sudah meningkatkan pemeriksaan kesehatan di bandara-bandara utama, terlebih untuk kedatangan dari negara yang beresiko virus Nipah.

Walaupun begitu, belum ada dampak berarti terhadap pariwisata Thailand. Namun, ia tak menampik adanya dampak psikologis yang dialami wisatawan usai heboh soal virus Nipah tersebut.

Advertisement

Berdasarkan statistik kedatangan harian dari Biro Imigrasi (sistem TATIC) per 26 Januari, jumlah kumulatif kedatangan warga asing dari 1-25 Januari mencapai sekitar 2,62 juta, rata-rata penurunan sekitar 10%, dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, TAT menegaskan bawha penurunan wisatawan ini bukan karena virus Nipah.

Penurunan jumlah wisatawan ini justru disebabkan faktor lain, seperti ketegangan di perbatasan Thailand-Kamboja dan situasi banjir di distrik Hat Yai, Songkhla. Hal ini ternyata memengaruhi pasar Malaysia yang masuk ke Thailand melalui perbatasan darat.

Sementara itu, beberapa area wisata di Hat Yai hingga saat ini juga masih dalam tahap pemulihan dan belum beroperasi secara normal.


Turis India terus Meningkat di Tengah Kehebohan Virus Nipah

Dilihat dari tanggal 1 hingga 25 Januari 2026, jumlah wisatawan dari India mencapai lebih dari 189.000, meningkat 10% dari tahun 2025. Sementara pada tanggal 20-26 Januari, saat wabah virus Nipah menjadi perhatian besar, justru kedatangan wisatawan dari India meningkat sekitar 35%.

Berdasarkan data yang dikumpulkan TAT, perjalanan udara di beberapa bandara Thailand masih menunjukkan hal yang positif. Masih banyak wisatawan dari India yang tiba di beberapa bandara Thailand, sebagai berikut:

Bandara Internasional Phuket: +51%
Bandara Suvarnabhumi: +33%
Bandara Internasional Don Mueang: +15%

Walaupun begitu, TAT tak menampik hebohnya pemberitaan mengenai virus Nipah memengaruhi wisatawan dari beberapa negara yang sangat sensitif dengan risiko virus Nipah, seperti China, Taiwan, Hong Kong, dan Jepang.

Kemungkinan, mereka akan menunda perjalanan selama 1-2 minggu ke depan, seraya terus memantau perkembangan mengenai virus Nipah. TAT juga menilai langkah penahanan yang tepat dari negara terdampak, serta pemeriksaan di bandara Thailand, dapat membantu membatasi risiko penyebaran virus Nipah.



(kpr/kpr)

Komentar

!nsertlive

Advertisement