Advertisement

7 Tips Buat Itinerary Liburan yang Terstruktur dan Contohnya Bagi Pemula

Steffy Gracia | Insertlive
Ilustrasi Liburan
7 Tips Buat Itinerary Liburan yang Terstruktur dan Contohnya Bagi Pemula/Foto: Istimewa
Jakarta -

Merencanakan liburan terdengar seru, tapi begitu mulai menyusun jadwal perjalanan, banyak orang justru merasa bingung harus mulai dari mana. Destinasi yang ingin dikunjungi banyak, namun waktu yang dimiliki terbatas. Belum lagi urusan transportasi dan budget yang harus dipikirkan. Tanpa perencanaan yang rapi, liburan bisa berubah terasa terburu-buru atau malah banyak waktu kosong yang terbuang percuma.

Padahal, itinerary tidak harus ribet atau penuh detail teknis. Dengan langkah yang sederhana, rencana perjalanan bisa dibuat lebih jelas, fleksibel, dan tetap menyenangkan, bahkan untuk yang baru pertama kali mencoba. Berikut tujuh cara mudah menyusun itinerary liburan lengkap dengan contoh yang bisa dijadikan panduan untuk pemula.

Apa itu Itinerary?

Itinerary adalah rencana perjalanan yang berisi daftar kegiatan, tempat yang akan dikunjungi, serta perkiraan waktu pelaksanaannya dari hari ke hari. Fungsinya bukan untuk membatasi kebebasan saat liburan, tetapi membantu menjaga alur perjalanan tetap rapi dan realistis.

Dengan itinerary, waktu liburan bisa dimanfaatkan lebih optimal, risiko salah arah atau kehabisan agenda bisa dikurangi, dan pengeluaran pun lebih mudah dikontrol. Itinerary juga sangat membantu ketika bepergian ke destinasi baru yang belum familiar, sehingga perjalanan terasa lebih terarah sejak hari pertama.

Advertisement

Langkah Mudah Membuat Itinerary Liburan

1. Tentukan Durasi dan Gaya Liburan

Langkah awal adalah menetapkan berapa lama waktu liburan yang tersedia, apakah dua hari, long weekend, satu minggu penuh, atau bahkan lebih lama. Durasi ini akan sangat menentukan seberapa banyak tempat dan aktivitas yang dikunjungi.

Di tahap ini, tentukan juga konsep liburan yang diinginkan. Ada yang lebih suka santai sambil menikmati suasana, ada yang ingin eksplor sebanyak mungkin, atau kombinasi keduanya. Kalau gaya liburannya sudah jelas, menyusun itinerary akan jadi lebih realistis dan tidak terasa memaksakan diri.

2. Pilih Destinasi, Tentukan Prioritas, dan Susun Budget

Setelah tahu waktunya, barulah memilih tujuan utama dan beberapa tempat yang benar-benar ingin dikunjungi. Tidak perlu memasukkan semua lokasi wisata populer. Pilihlah yang paling menarik dan sesuai dengan minat agar perjalanan terasa lebih personal.

Bersamaan dengan itu, buat gambaran anggaran. Hitung biaya transportasi, penginapan, makan, tiket masuk, sampai dana cadangan. Budget yang jelas sejak awal membantu menghindari pengeluaran di luar rencana dan membuat perjalanan terasa lebih tenang.

3. Riset Tempat Wisata dan Kondisi Lokasi

Luangkan waktu untuk mencari informasi dasar tentang destinasi yang akan didatangi. Mulai dari jam operasional, harga tiket, hari paling ramai, akses transportasi, hingga ulasan pengunjung.

Hal-hal kecil seperti ini sering terlihat sepele, tapi justru bisa menentukan nyaman atau tidaknya perjalanan. Riset juga membantu menyusun urutan kunjungan yang lebih masuk akal dan menghindari waktu terbuang percuma.

4. Susun Aktivitas Berdasarkan Lokasi dan Waktu Tempuh

Saat mulai membuat daftar kegiatan, perhatikan jarak antar tempat. Mengelompokkan lokasi yang berdekatan akan sangat menghemat waktu dan tenaga.

Selain itu, perkirakan juga durasi perjalanan, termasuk kemungkinan macet atau keterlambatan transportasi. Itinerary yang baik bukan soal seberapa padat jadwalnya, tapi seberapa realistis dijalani.

5. Buatkan Jadwal Harian Secara Seimbang

Bagi agenda ke dalam waktu pagi, siang, sore, dan malam, lengkap dengan jam makan dan waktu istirahat. Hindari menjejalkan terlalu banyak tempat dalam satu hari.

Liburan akan jauh lebih terasa kalau tubuh tidak kelelahan. Jika badan tetap fit, tubuh nantinya masih akan ada tenaga untuk menikmati suasana, mencicipi makanan lokal, atau sekadar duduk santai tanpa harus melihat jam terus-menerus.

6. Amankan Tiket, Penginapan, dan Manfaatkan Aplikasi

Kalau rencana sudah mulai rapi, segera pesan tiket dan akomodasi. Selain lebih tenang, biasanya pilihan masih banyak dan harga lebih bersahabat.

Untuk membantu perjalanan, gunakan aplikasi seperti Google Maps, TripIt, atau Sygic Travel. Aplikasi ini bisa dipakai untuk menyimpan jadwal, mengatur rute, sampai memperkirakan waktu tempuh, sangat berguna untuk perjalanan mandiri tanpa tour.

7. Sisakan Waktu Fleksibel dan Catatan Penting

Walau itinerary sudah tersusun rapi, tetap sisakan waktu kosong. Kadang cuaca berubah, antrean panjang, atau justru menemukan tempat yang lebih menarik di luar rencana.

Lengkapi juga itinerary dengan alamat penginapan, nomor darurat, dan kontak penting. Jika bepergian bersama keluarga atau teman, sebaiknya jadwal didiskusikan sejak awal supaya semua merasa nyaman selama perjalanan.

Contoh Itinerary Liburan 3 Hari di Bali

Hari 1: Menikmati Kuta dan sekitarnya

Pagi: Sarapan ayam betutu khas Bali di sekitar area Kuta

Siang: Bersantai di Pantai Kuta.

Sore: Jalan-jalan santai di Legian Street (Lihat toko suvenir, kafe, dan spot foto)

Malam: Menikmati sunset di sekitar pantai Kuta, dilanjutkan ngopi atau makan malam ringan di beach café.

Hari 2: Eksplor Ubud

Pagi: Sarapan nasi campur Bali.

Siang: Kunjungan ke Tirta Empul dan Pura Taman Saraswati untuk melihat sisi budaya dan spiritual Bali.

Sore: Jalan santai di Campuhan Ridge Walk.

Malam: Makan malam dengan menu sate lilit atau hidangan khas Bali

Hari 3: Seru-seruan di Trans Studio Bali

Pagi: Sarapan di warung lokal sekitar area Trans Studio Bali.

Siang: Menghabiskan waktu di Trans Studio Bali dan mencoba berbagai wahana seperti Dunia Lain, Ocean Fantasy, dan atraksi indoor lainnya.

Sore: Belanja oleh-oleh ringan di sekitar lokasi wisata.

Malam: Makan malam seafood.

(Steffy Gracia/dis)

Komentar

!nsertlive

Advertisement