Advertisement

Segini Biaya Hidup yang Dibutuhkan untuk Tinggal di Singapura 2026

Setffy Gracia | Insertlive
Singapura
Segini Biaya Hidup yang Dibutuhkan untuk Tinggal di Singapura 2026 (Foto: Khansa/InsertLive)
Jakarta -

Segini Biaya Hidup yang Dibutuhkan untuk Tinggal di Singapura 2026

Singapura kerap masuk daftar negara dengan kualitas hidup tinggi, fasilitas publik yang rapi, serta peluang karier yang menjanjikan. Tak heran jika banyak orang bermimpi untuk tinggal, bekerja, atau melanjutkan studi di Negeri Singa tersebut. Namun di balik kemewahan gedung pencakar langit dan sistem transportasi yang serba efisien, ada satu hal penting yang wajib dipertimbangkan sebelum pindah ke sana, yaitu biaya hidup.

Memasuki tahun 2026, harga kebutuhan pokok, sewa tempat tinggal, hingga transportasi di Singapura terus mengalami penyesuaian. Lantas, sebenarnya berapa biaya hidup yang perlu disiapkan jika ingin menetap di Singapura saat ini? Berikut gambaran lengkap biaya hidup di Singapura 2026 untuk pertimbangan Insertizen.

Sebagai salah satu negara maju di Asia, Singapura memang dikenal memiliki biaya hidup yang lebih tinggi dibanding negara-negara di sekitarnya. Namun, mahalnya hidup di Negeri ini tentu sebanding dengan kualitas fasilitas dan peluang yang ditawarkan. Lebih dari sekadar negara kecil dengan gedung pencakar langit, Singapura adalah pusat bisnis dan keuangan terbesar di kawasan Asia.

Tak hanya itu, sektor pendidikan di negara ini juga menempati jajaran teratas dunia dengan universitas dan institusi berstandar internasional. Kombinasi inilah yang membuat biaya hidup di Singapura cenderung tinggi, namun tetap diminati oleh banyak profesional, pelajar, hingga ekspatriat dari berbagai negara.

Advertisement

Kabar baiknya, tingginya biaya hidup tersebut sejalan dengan tingkat penghasilan yang relatif besar. Meski Singapura tidak memiliki sistem UMR seperti di Indonesia, pemerintah setempat menerapkan dua skema pengaturan upah minimum, yakni Progressive Wage Model (PWM) dan Local Qualifying Salary (LQS). Skema ini dirancang untuk memastikan pekerja lokal mendapatkan penghasilan yang layak sesuai sektor dan tingkat keahlian masing-masing individu.

Berdasarkan kedua sistem tersebut, upah minimum di Singapura pada 2026 diperkirakan bisa mencapai SGD 6.000 per bulan atau sekitar Rp77 juta untuk tenaga kerja lokal yang memenuhi ketentuan LQS. Angka ini tentu jauh di atas rata-rata upah di banyak negara Asia Tenggara, sehingga tak heran jika Singapura menjadi incaran banyak pencari kerja.

Bagi Insertizen yang tertarik membangun karier di Singapura, peluang mendapatkan gaji tinggi juga terbuka lebar, terutama bagi tenaga kerja asing yang memenuhi kualifikasi Employment Pass (EP) Adapun kisaran gaji minimum yang berlaku pada 2026 diperkirakan sebagai berikut:

- Sektor jasa non-keuangan sekitar SGD 5.600 per bulan atau setara Rp74 juta.
- Sektor jasa keuangan bisa mencapai SGD 6.200 per bulan atau sekitar Rp82 juta.

Perlu diingat, angka tersebut dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah dan nilai tukar mata uang. Dengan kurs 1 SGD setara Rp13.225, perencanaan keuangan menjadi hal penting sebelum memutuskan tinggal dan bekerja di Singapura.


Rincian Biaya Hidup di Singapura Selama Satu Bulan

Tinggal di Singapura memang menuntut perencanaan finansial yang matang. Mulai dari tempat tinggal hingga hiburan, semuanya perlu dihitung agar pengeluaran tetap terkendali. Berikut gambaran biaya hidup bulanan di Singapura yang bisa dijadikan acuan sebelum memutuskan menetap di Negeri Singa.


1. Tempat Tinggal

Mencari hunian di Singapura bisa menjadi tantangan tersendiri karena harganya sangat bergantung pada lokasi, tipe, dan fasilitas. Untuk pekerja dengan anggaran terbatas, apartemen studio sering menjadi pilihan paling realistis.

Harga sewa apartemen studio di area pinggiran kota berkisar antara SGD 1.200 hingga 2.420 per bulan, atau sekitar Rp15,8 juta sampai Rp32 juta. Jika ingin lebih hemat, opsi menyewa satu kamar dengan sistem berbagi bersama penghuni lain juga bisa dipertimbangkan. Biayanya berada di kisaran SGD 600 hingga 800, atau sekitar Rp8 sampai Rp10 juta per bulan. Pilihan ini cukup populer di kalangan pekerja muda dan ekspatriat, terutama jika sudah memiliki kenalan atau rekomendasi tempat tinggal yang terpercaya.


2. Transportasi

Urusan mobilitas, Singapura dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem transportasi terbaik di dunia. Transportasi umumnya modern, terintegrasi, dan relatif terjangkau untuk penggunaan harian.

Agar lebih praktis, pastikan kamu memiliki kartu pembayaran seperti EZ-Link atau Singapore Tourist Pass yang bisa digunakan di berbagai moda transportasi. Berikut gambaran tarif transportasi umum di Singapura:

Bus sekitar SGD 1,4 atau Rp 18.500 per perjalanan

MRT atau LRT mulai dari SGD 1 atau sekitar Rp13.224

Taksi untuk jarak pendek sekitar SGD 6 atau Rp80.000

Jika rutin menggunakan transportasi umum setiap hari, pengeluaran bulanannya berkisar antara SGD 29 hingga 49, atau sekitar Rp383 ribu sampai Rp647 ribu. Bagi yang memilih kendaraan pribadi, perlu diperhatikan harga bensin yang saat ini berada di kisaran SGD 2,86 per liter, yaitu sekitar Rp38 ribu.


3. Biaya Makan

Soal makanan, Singapura punya banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan isi dompet. Untuk makan di luar, biaya sekali makan di food court atau restoran sederhana berada di kisaran SGD 10 hingga 15, atau sekitar Rp132 ribu sampai Rp198 ribu. Namun jika ingin lebih hemat dan sehat, memasak sendiri jelas jadi pilihan terbaik. Estimasi biaya belanja bahan makanan untuk satu bulan berada di angka SGD 373, atau sekitar Rp4,9 juta, tergantung pola makan dan pilihan bahan yang dipilih.


4. Hiburan

Meski sibuk bekerja, waktu luang tetap penting untuk menjaga keseimbangan hidup. Singapura menawarkan banyak opsi hiburan, mulai dari yang gratis hingga berbayar.

Jika rutin menikmati hiburan seperti menonton film, gym membership, atau kegiatan rekreasi lainnya, anggaran sekitar SGD 150 per bulan atau Rp1,9 juta sudah cukup memadai. Pengeluaran ini bisa disesuaikan dengan minat masing-masing, termasuk jalan-jalan singkat atau eksplorasi kota.

5. Kebutuhan Lain

Selain biaya utama, jangan lupakan pengeluaran rutin lainnya seperti utilitas dan kebutuhan pribadi. Untuk hunian sewaan, biaya listrik, air, pendingin ruangan, dan sampah umumnya mencapai sekitar SGD 214,21 per bulan. Tarif listrik rumah tangga berada di kisaran Rp3.181 per kWh dan bisa lebih ringan jika tinggal berbagi kamar.

Berikut perkiraan biaya kebutuhan tambahan:

Paket data dan telepon sekitar SGD 23,24 per bulan

Internet rumah dengan kecepatan 60 Mbps ke atas sekitar SGD 47,82

Belanja kebutuhan pribadi dan perlengkapan rumah tangga sekitar SGD 200 atau Rp2,6 juta per bulan

Sebagai langkah aman, disarankan juga menyiapkan dana darurat sekitar SGD 180 per bulan atau Rp2,4 juta.




Total Perkiraan Biaya Hidup

Jika dijumlahkan, estimasi biaya hidup di Singapura selama satu bulan berada di angka sekitar SGD 2.651, atau setara Rp35 juta. Angka ini bisa berbeda-beda tergantung gaya hidup, lokasi tempat tinggal, serta kebiasaan harian.


Tips Hemat Tinggal di Singapura

Agar biaya hidup lebih terkendali, Insertizen bisa menerapkan beberapa strategi berikut:

Maksimalkan penggunaan transportasi umum seperti MRT dan bus yang lebih ekonomis

Atur anggaran makan di kisaran Rp5 hingga Rp7 juta per bulan, termasuk makan di luar sesekali

Pilih opsi sewa satu kamar atau sharing untuk menekan biaya hunian

Manfaatkan hiburan gratis seperti taman kota, pantai, atau acara publik yang sering digelar tanpa tiket

Dengan gambaran biaya hidup dan potensi penghasilan tersebut, tinggal di Singapura memang membutuhkan perencanaan yang matang. Namun jika dikelola dengan tepat, negara ini tetap menawarkan peluang karier, kualitas hidup, dan pengalaman global yang sepadan untuk diperjuangkan.



(Setffy Gracia/arm)

Komentar

!nsertlive

Advertisement