Ikan yang Bisa 'Berjalan' dan Bernapas Seperti Hewan Darat, Ini Fakta Ilmiahnya
Dunia hewan selalu menyimpan fakta mengejutkan yang sering kali terdengar mustahil. Salah satunya adalah keberadaan ikan yang mampu bertahan hidup di darat, bahkan bergerak seolah 'berjalan' dan bernapas tanpa harus selalu berada di dalam air. Fenomena ini kerap bikin penasaran karena bertolak belakang dengan gambaran ikan pada umumnya yang sepenuhnya bergantung pada air.
Kemampuan unik ini ternyata bukan sekadar cerita atau mitos, melainkan memiliki penjelasan ilmiah yang cukup masuk akal. Beberapa jenis ikan memang dibekali sistem pernapasan dan struktur tubuh khusus yang memungkinkan mereka beradaptasi di lingkungan darat dalam waktu tertentu. Lantas, ikan apa yang punya kemampuan luar biasa ini dan bagaimana cara kerjanya?
Mudskippers, Ikan Amfibi yang Hidup di Dua Dunia
Mudskipper dikenal sebagai ikan yang paling 'nyaman' berada di darat. Spesies ini tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga makan, berinteraksi, mempertahankan wilayah, hingga berkembang biak di luar air. Karena kemampuannya ini, mudskipper sering disebut sebagai makhluk peralihan antara ikan dan hewan darat.
Salah satu fakta paling mengejutkan dari mudskipper adalah kemampuannya berkedip. Hal ini biasanya hanya dimiliki hewan darat, tetapi mudskipper ternyata juga memiliki kemampuan ini. Mata mereka berada di atas kepala sehingga memiliki pandangan luas ke sekeliling.
Untuk berkedip, mudskipper tidak menciptakan organ baru. Mereka hanya memanfaatkan otot mata yang sudah ada untuk menarik bola mata ke dalam rongga berisi cairan. Cara ini membantu menjaga kelembapan mata, membersihkan kotoran, dan melindungi dari ancaman mendadak.
|
Baca Juga : 7 Manfaat Pelihara Ikan Hias bagi Kesehatan
|
Bukan Satu-satunya, Tapi Paling Adaptif
Mudskipper memang bukan satu-satunya ikan yang bisa keluar dari air. Ada lungfish yang memiliki paru-paru, ikan lele tertentu yang bisa merayap di darat, hingga ikan grunion yang "berjalan" ke pantai untuk bertelur. Namun, mudskipper adalah jenis ikan yang paling ekstrem karena justru menghabiskan sebagian besar hidupnya di darat.
Spesies ini sendiri tersebar di Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Amerika Selatan. Habitat favoritnya adalah kawasan pesisir berlumpur, hutan mangrove, muara sungai, dan rawa. Lingkungan inilah yang memaksa mudskipper berevolusi dengan cara yang unik.
Cara Mudskipper Bernapas di Darat
Sebagai ikan, mudskipper tetap memiliki insang. Namun, mereka mengembangkan sistem pernapasan tambahan agar bisa bertahan di darat. Salah satunya adalah pernapasan melalui kulit. Mereka langsung menyerap oksigen dari udara melalui kulitnya yang lembap, serta melalui bagian dalam mulut dan tenggorokan yang kaya pembuluh darah.
Agar sistem ini bekerja optimal, kulit mudskipper harus selalu basah. Itu sebabnya ikan ini sering terlihat berguling di lumpur atau menyiram tubuhnya dengan air. Selain itu, mudskipper juga menyimpan air di ruang insangnya, sehingga tetap bisa bernapas meski berada di luar air cukup lama.
Cara Ikan Ini 'Belajar' Berjalan
Mudskipper bergerak di darat dengan memanfaatkan sirip dada mereka yang berfungsi seperti kaki. Sirip ini memiliki sendi yang fleksibel, memungkinkan tubuhnya terangkat, mendorong diri ke depan, bahkan melakukan gerakan mirip push-up.
Selain berjalan, mudskipper juga bisa melompat. Dengan melengkungkan ekor membentuk huruf C, mereka dapat mendorong tubuhnya ke udara. Gerakan ini awalnya berkembang sebagai mekanisme menghindari predator di air, lalu menjadi sangat berguna saat berada di darat.
Kehidupan di Darat dan Wilayah Kekuasaan
Saat air laut surut atau suhu terlalu panas, mudskipper akan masuk ke dalam liang yang digali di lumpur. Liang ini bukan sekadar tempat bersembunyi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang bernapas dan perlindungan dari predator.
Menariknya, beberapa spesies mudskipper bahkan menyimpan gelembung udara di dalam liang tersebut, sehingga menciptakan cadangan oksigen pribadi. Pintu liang ini sering dibuat sedikit lebih tinggi, sehingga bisa digunakan sebagai titik pengawasan wilayah.
Di tengah perubahan iklim dan lingkungan global, beberapa peneliti sudah berspekulasi bahwa ikan amfibi seperti mudskipper bisa kembali memanfaatkan ruang darat yang semakin berubah. Untuk saat ini, mudskipper tetap menjadi pengingat bahwa alam selalu punya cara mengejutkan untuk bertahan hidup, bahkan ketika seekor ikan memutuskan untuk berjalan di darat.
(KHS/fik)