Advertisement

Jepang Kehilangan Giant Panda Akibat Masalah Hubungan Diplomatik dengan China

kpr | Insertlive
Giant panda Yang Guang di Kebun Binatang Edinburg
Jepang Kehilangan Giant Panda Akibat Masalah Hubungan Diplomatik dengan China / Foto: Edinburg Zoo
Jakarta -

Jepang harus merelakan giant panda untuk pertama kalinya dalam hampir setengah abad. Hal ini dipicu ketegangan diplomatik antara Jepang dengan China.

Dikabarkan, dua panda terakhir, yakni Xiao Xiao dan Lei Lei harus pulang ke China pada 27 Januari 2026 mendatang.

Tentu saja kepulangan panda kembar berusia empat tahun itu sangat emosional, terutama bagi warga Tokyo. Xiao Xiao dan Lei Lei lahir dan tumbuh besar di Kebun Binatang Ueno, Jepang.

Walaupun begitu, sama dengan giant panda di luar negeri lainnya, Xiao Xiao dan Lei Lei berstatus pinjaman dari China. Maka dari itu, keduanya harus kembali pulang ke negara asalnya.

Advertisement

Sekedar informasi, China pertama kali mengirimkan panda ke Jepang pada 1972. Hal tersebut bertepatan dengan normalisasi hubungan diplomatik kedua negara tersebut.

Kala itu, kehadiran panda tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan, melainkan simbol hubungan baik Beijing dan Tokyo.

Awalnya, Xiao Xiao dan Lei Lei rencananya akan dipulangkan ke China pada Februari mendatang. Namun, pada 15 Desember 2025 lalu, Pemerintah Tokyo mengabarkan kepulangan panda kembar itu dipercepat pada akhir Januari.

Setelah nantinya sampai di China, Xiao Xiao dan Lei Lei akan menjalani karantina terlebih dahulu, sebelum akhirnya ditempatkan di pusat konservasi panda di Provinsi Sichuan.

Sebelumnya, Shin Shin dan Ri Ri, orang tua Xiao Xiao dan Lei Lei telah dipulangkan terlebih dahulu pada 2024 lalu, usai dipinjamkan sejak 2011. Sementara kakak mereka, Xiang Xiang yang lahir pada 2017, juga sudah dipulangkan ke China pada 2023.

Selain Xiao Xiao dan Lei Lei, empat panda lainnya di Jepang juga akan dipulangkan ke China pada Juni mendatang. Namun, Pemerintah Tokyo tengah berupaya membicarakan kemungkinan untuk mendatangkan panda baru dari China. Tetapi, akibat hubungan diplomatik kedua negara yang sedang bersitegang, membuat kemungkinan itu menjadi kecil.

(kpr/fik)

Komentar

!nsertlive

Advertisement