Arti ACAB dan Kode 1312, Simbol Perlawanan yang Bergaung di Media Sosial

Tagar ACAB dan kode 1312 ramai digaungkan oleh masyarakat lewat media sosial sebagai bentuk perlawanan terhadap aparat. Tak jarang, ACAB dan 1312 juga dibawa sebagai tulisan aspirasi saat melakukan unjuk rasa.
Belakangan ACAB dan kode 1312 ramai bergaung di media sosial menyusul unjuk rasa alias demonstrasi yang berlangsung di Jakarta sejak Senin (25/8). Demonstrasi tersebut dilakukan untuk membela hak rakyat yang telah dilanggar oleh negara.
Lantas apa sebenarnya makna ACAB dan kode 1312 yang selalu lantang digaungkan pada berbagai momen demonstrasi? Berikut merupakan ulasannya.
Arti ACAB dan kode 1312
ACAB merujuk pada sebuah akronim dalam bahasa Inggris, yakni 'All Cops Are Bastards' yang secara harafiah bermakna 'Semua Polisi Adalah Baj*ngan' dalam bahasa Indonesia. Istilah ini sudah digunakan sejak lama sebagai bagian dari budaya protes atau demonstrasi di berbagai negara.
Julukan 'baj*ngan' pada istilah ACAB digunakan sebagai penghinaan kasar terhadap polisi dengan perbuatan buruk. Istilah ini umumnya muncul untuk mengutuk tindak kejahatan yang dilakukan oleh aparat polisi terhadap demonstran dan masyarakat biasa.
Selain ACAB, kode numerik 1312 juga digunakan sebagai ekspresi mengutuk tindakan polisi yang dianggap tidak etis atau kasar. 1312 sendiri dibaca dengan urutan abjad sebagai berikut:
1. 1 (A) untuk huruf pertama ACAB yakni kata 'All'.
2. 3 (C) untuk huruf kedua ACAB yakni kata 'Cops'.
3. 1 (A) untuk huruf ketiga ACAB yakni kaya 'Are'.
4. 2 (B) untuk huruf keempat ACAB yakni 'Bastards'.
1312 kemudian menjadi sebutan lain untuk ACAB dalam kode numerik. Kode ini kemudian sering digunakan dalam bentuk tato, graffiti, hingga spanduk yang digunakan dalam demonstrasi.
Sejarah ACAB dan Penggunaannya
Tak diketahui pasti siapa pencetus istilah ACAB atau kapan pertama kali istilah ini digunakan sebagai bentuk protes. Namun ACAB diyakini pertama kali muncul di Inggris sekitar abad ke-20. Beberapa sumber mengaitkan istilah ini dengan aksi mogok pekerja pada tahun 1940-an di Inggris.
Menurut buku Studying the British Crime Film oleh Paul Elliot, istilah ACAB berawal dari frasa 'All Coppers Are Bastards' yang muncul di Inggris pada tahun 1920-an. Frasa itu kemudian disingkat menjadi ACAB oleh para pekerja yang melakukan aksi mogok kerja di tahun 1940-an.
Singkatan ACAB kala itu digunakan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan polisi. Kondisi ekonomi yang sulit di masa itu juga menjadi penyebab aksi demonstrasi terus terjadi, tetapi justru ditanggapi dengan kekerasan oleh kepolisian.
Istilah ACAB kemudian juga menyebar ke negara Eropa lain seiring dengan berjalannya waktu. ACAB kemudian juga mulai muncul di budaya pop, seperti musik dan film. Grup musik punk The 4-Skins sempat merilis lagu bertajuk ACAB pada tahun 1982.
Tak hanya itu, slogan ACAB juga muncul di film drama kriminal Inggris berjudul All Coppers Are... yang dirilis pada tahun 1972.
Sementara di Indonesia, ACAB mulai populer digunakan setelah demonstrasi menuntut reformasi pada tahun 1998. ACAB kini kerap digunakan dalam berbagai aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap kekerasan oleh aparat polisi.
(asw/agn)
Kena Gas Air Mata Saat Demo? Lakukan Langkah-langkah Ini
Kamis, 28 Aug 2025 15:15 WIB
Langkah Pertama Memulai Bisnis di Tengah Kondisi Ekonomi yang Menurun
Selasa, 04 Feb 2025 20:45 WIB
Ustaz Dasad Latief Ungkap Ciri-ciri Wanita yang Bisa Habiskan Pahala Laki-laki
Senin, 06 Jan 2025 22:00 WIB
Penggerak Kebaikan Tingkatkan Nilai Spiritual hingga Edukasi Halal Lifestyle
Kamis, 28 Mar 2024 03:30 WIB
Pantang Menyerah, 6 Potret Heroik Ibu-ibu Kerudung Pink Saat Demo 28 Agustus 2025
Jumat, 29 Aug 2025 13:15 WIB
Terekam Jelas Rantis Brimob Sempat Berhenti Sebelum Lindas Tewas Ojol
Jumat, 29 Aug 2025 01:25 WIB
Kronologi Mencekam Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob Saat Demo DPR Ricuh
Jumat, 29 Aug 2025 01:04 WIBTERKAIT