Advertisement

Ini Ciri Rekan Kerja Manipulatif yang Tak Disadari, Jangan Sampai Jadi Korban

InsertLive | Insertlive
ilustrasi kantor, rekan kerja
Ini Ciri Rekan Kerja Manipulatif yang Tak Disadari, Jangan Sampai Jadi Korban/Foto: Instagram
Jakarta -

Tidak semua lingkungan kerja yang tidak nyaman disebabkan oleh beban pekerjaan. Dalam beberapa kasus, masalah justru berasal dari rekan kerja yang memiliki perilaku manipulatif.

Sikap ini sering kali sulit dikenali karena dilakukan secara halus dan bertahap, sehingga banyak orang baru menyadarinya ketika hubungan kerja mulai terganggu.

Menurut para psikolog, manipulasi di tempat kerja adalah upaya seseorang mempengaruhi atau mengendalikan orang lain demi keuntungan pribadi. Jika dibiarkan, perilaku tersebut dapat memicu konflik, menurunkan kepercayaan diri, hingga menghambat produktivitas tim.

Lantas, apa saja ciri-ciri rekan kerja manipulatif yang perlu diwaspadai?

Advertisement

1. Sering Membuat Orang Lain Merasa Bersalah

Salah satu tanda paling umum adalah membuat orang lain merasa bersalah agar mengikuti keinginannya. Menurut Psychology Today, rasa bersalah sering digunakan sebagai alat manipulasi untuk membuat seseorang lebih mudah menuruti permintaan orang lain.

2. Mengambil Kredit atas Hasil Kerja Orang Lain

Rekan kerja manipulatif kerap mengklaim ide atau hasil kerja tim sebagai pencapaian pribadi, terutama di hadapan atasan. Mereka juga bisa sengaja menghilangkan nama orang yang sebenarnya berkontribusi dalam sebuah proyek.

Harvard Business Review menyarankan karyawan untuk mendokumentasikan hasil kerja dan komunikasi proyek agar kontribusinya tetap tercatat dengan jelas.

3. Memutarbalikkan Fakta

Mereka sering mengubah cerita agar terlihat sebagai pihak yang benar atau menjadi korban. Dalam beberapa situasi, fakta yang sebenarnya bisa dipelintir sehingga orang lain mulai meragukan ingatannya sendiri.

Perilaku ini dikenal sebagai gaslighting, yaitu bentuk manipulasi psikologis yang dapat membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri.

4. Bersikap Sangat Baik Saat Membutuhkan Bantuan

Rekan kerja manipulatif biasanya sangat ramah ketika membutuhkan sesuatu. Namun, setelah tujuannya tercapai, sikap tersebut bisa berubah menjadi dingin atau bahkan mengabaikan orang yang sebelumnya dimintai bantuan.

Psikolog menilai pola hubungan yang hanya muncul saat ada kepentingan merupakan salah satu bentuk hubungan yang tidak sehat di tempat kerja.

5. Suka Menyebarkan Gosip

Gosip sering dimanfaatkan untuk membentuk opini tentang seseorang tanpa harus berhadapan langsung. Tujuannya bisa bermacam-macam, mulai dari menjatuhkan reputasi rekan kerja hingga menciptakan persaingan yang tidak sehat.

Menurut Forbes, budaya bergosip di kantor dapat menurunkan kepercayaan antaranggota tim dan memperburuk kolaborasi.

6. Sulit Mengakui Kesalahan

Alih-alih bertanggung jawab, rekan kerja manipulatif cenderung mencari kambing hitam atau menyalahkan orang lain ketika terjadi masalah. Mereka juga pandai mencari alasan agar terlihat tidak bersalah.

Cara Menghadapinya

Jika menemukan perilaku tersebut, para ahli menyarankan untuk tetap bersikap profesional. Dokumentasikan pekerjaan dan komunikasi penting, hindari terlibat dalam gosip, serta sampaikan keberatan secara tenang jika kontribusi Anda diabaikan.

Apabila perilaku manipulatif sudah mengganggu pekerjaan atau merugikan karier, jangan ragu melaporkannya kepada atasan atau divisi HR dengan menyertakan bukti yang jelas.

Pada akhirnya, mengenali tanda-tanda rekan kerja manipulatif merupakan langkah awal untuk melindungi diri. Dengan menjaga batasan yang sehat, fokus pada kinerja, dan membangun komunikasi yang profesional, Anda dapat mengurangi dampak negatif perilaku tersebut terhadap karier maupun kesehatan mental.

(dis/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement