Advertisement

Cara Hadapi Orang Pick Me di Kantor, Ini Kata Pakar Psikolog

InsertLive | Insertlive
Ilustrasi orang toxic
Cara Hadapi Orang Pick Me di Kantor, Ini Kata Pakar Psikolog/Foto: Unsplash/rebekahbaines
Jakarta -

Di tempat kerja, ada saja rekan yang selalu ingin menjadi pusat perhatian, mencari pujian dari atasan, atau berusaha terlihat paling unggul dibandingkan anggota tim lainnya. Dalam istilah yang populer di media sosial, perilaku ini sering disebut sebagai pick me.

Meski awalnya ramai digunakan di internet, para psikolog menilai perilaku mencari validasi secara berlebihan memang dapat muncul di lingkungan kerja. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi memicu konflik dan mengganggu kerja sama tim.

Menurut Harvard Business Review, konflik antar-rekan kerja yang tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan produktivitas, menghambat kolaborasi, hingga mempengaruhi kinerja tim secara keseluruhan.

Ciri-Ciri Orang Pick Me di Kantor

Perilaku pick me bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti selalu ingin dipuji atasan, sering menyela rapat untuk menunjukkan kemampuan, mengklaim keberhasilan tim sebagai hasil kerja pribadi, hingga gemar membandingkan pencapaiannya dengan rekan kerja.

Advertisement

Selain itu, mereka juga kerap menceritakan betapa sibuk atau berat pekerjaannya demi mendapat pengakuan. Menurut Forbes, kebiasaan busy bragging atau membanggakan kesibukan justru dapat membuat seseorang dipandang kurang menyenangkan oleh rekan kerjanya.

Untuk menghadapi orang pick me di kantor, begini cara yang paling aman:

1. Tetap profesional

Jangan terpancing untuk ikut bersaing mencari perhatian. Fokus pada kualitas pekerjaan dan hasil yang bisa dibuktikan.

2. Dokumentasikan hasil kerja

Simpan email, laporan, atau dokumen proyek sebagai bukti kontribusi Anda. Cara ini penting jika terjadi kesalahpahaman atau ada pihak yang mengklaim hasil kerja Anda.

3. Bangun komunikasi yang baik

Apabila rekan kerja mulai mengambil kredit atas pekerjaan Anda, sampaikan fakta secara tenang dan profesional. Hindari menyerang secara pribadi.

4. Jangan ikut drama

Tidak semua perilaku perlu ditanggapi. Jika tindakan tersebut belum memepngaruhi pekerjaan, menjaga jarak secara profesional sering kali menjadi pilihan terbaik.

5. Tetapkan batasan

Psikolog Amy Cooper Hakim dalam Psychology Today menyarankan untuk menetapkan batasan yang sehat dengan rekan kerja. Jika seseorang terlalu sering mengganggu konsentrasi atau mencari perhatian, sampaikan dengan sopan bahwa Anda sedang fokus menyelesaikan pekerjaan.

6. Libatkan atasan atau HR bila diperlukan

Jika perilaku tersebut mulai merugikan pekerjaan, seperti mengambil kredit atas hasil kerja orang lain atau menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat, sampaikan melalui jalur profesional dengan bukti yang jelas.

Psikolog menjelaskan bahwa perilaku pick me sering kali dipengaruhi oleh rasa tidak aman (insecurity) atau kebutuhan untuk mendapat pengakuan. Namun, memahami penyebabnya bukan berarti harus membiarkan tindakan yang merugikan orang lain.

Pada akhirnya, menghadapi orang pick me di kantor bukan soal memenangkan persaingan, melainkan menjaga profesionalisme. Dengan fokus pada kualitas kerja, komunikasi yang jelas, serta batasan yang sehat, Anda dapat mempertahankan hubungan kerja yang baik tanpa terjebak dalam konflik yang tidak perlu.

(dis/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement