Advertisement

7 Ciri-Ciri Orang Toxic di Kantor, Ada yang Relate?

InsertLive | Insertlive
Ilustrasi bisnis, usaha, perjanjian, deal, kontrak, kerja
7 Ciri-Ciri Orang Toxic di Kantor, Ada yang Relate?/Foto: Freepik
Jakarta -

Lingkungan kerja yang sehat menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Namun, tidak semua orang bekerja di tempat yang bebas dari rekan kerja toxic. Kehadiran sosok seperti ini sering kali memicu konflik, menurunkan semangat kerja, hingga berdampak pada kesehatan mental.

Para pakar perilaku organisasi menyebut orang toxic di kantor tidak selalu terlihat kasar atau suka marah. Sebagian justru tampak ramah di depan, tetapi diam-diam menyebarkan gosip, memanipulasi situasi, atau menjatuhkan rekan demi keuntungan pribadi.

Lalu, bagaimana mengenali ciri-cirinya? Berikut tanda-tanda orang toxic di kantor yang perlu diwaspadai.

1. Hobi bergosip dan menyebarkan rumor

Advertisement

Salah satu ciri paling umum adalah gemar membicarakan keburukan rekan kerja di belakang. Topik gosip bisa berupa kehidupan pribadi, performa kerja, hingga isu yang belum tentu benar.

Menurut psikolog dari Cleveland Clinic, kebiasaan bergosip dapat merusak kepercayaan dalam tim dan menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat.

2. Selalu menyalahkan orang lain

Saat terjadi kesalahan, orang toxic cenderung mencari kambing hitam daripada bertanggung jawab atas tindakannya sendiri.

Mereka sulit mengakui kesalahan dan lebih memilih mengalihkan perhatian agar citra dirinya tetap baik di depan atasan.

3. Mengambil kredit atas hasil kerja orang lain

Orang toxic sering kali mengklaim ide atau pencapaian tim sebagai hasil usahanya sendiri.

Perilaku ini tidak hanya merugikan rekan kerja, tetapi juga dapat menurunkan motivasi anggota tim yang merasa jerih payahnya tidak dihargai.

4. Suka mengeluh tanpa menawarkan solusi

Mengeluh sesekali memang wajar. Namun, orang toxic hampir selalu melihat sisi negatif dari setiap situasi.

Mereka mengkritik pekerjaan, kebijakan kantor, atau rekan kerja tanpa pernah memberikan masukan yang membangun.

5. Bersikap pasif-agresif

Alih-alih menyampaikan keberatan secara langsung, mereka menunjukkan ketidaksukaan melalui sindiran, ekspresi sinis, atau sengaja memperlambat pekerjaan.

Sikap seperti ini sering membuat komunikasi menjadi tidak jelas dan memicu konflik berkepanjangan.

6. Senang memicu drama dan konflik

Orang toxic sering mengadu domba rekan kerja, membesar-besarkan masalah kecil, atau sengaja memancing emosi orang lain.

Menurut Harvard Business Review, perilaku tersebut dapat merusak kerja sama tim dan mengganggu produktivitas organisasi.

7. Tidak menghargai batasan orang lain

Mereka bisa menghubungi rekan kerja di luar jam kerja tanpa alasan mendesak, memaksakan pendapat, hingga mencampuri urusan pribadi orang lain.

Kurangnya rasa hormat terhadap batasan membuat hubungan profesional menjadi tidak nyaman.

Dampak Bekerja dengan Orang Toxic

Berinteraksi dengan rekan kerja toxic dalam jangka panjang dapat meningkatkan stres, kecemasan, kelelahan emosional (burnout), bahkan menurunkan kepuasan kerja.

Selain itu, lingkungan kerja yang dipenuhi konflik juga dapat menghambat kolaborasi, menurunkan produktivitas tim, dan meningkatkan angka turnover karyawan.

Jika menemukan rekan kerja dengan perilaku seperti di atas, para ahli menyarankan untuk tetap bersikap profesional, menghindari drama, menetapkan batasan yang jelas, serta mendokumentasikan perilaku yang sudah mengarah pada intimidasi atau perundungan.

Apabila situasi semakin mengganggu pekerjaan maupun kesehatan mental, jangan ragu berdiskusi dengan atasan atau tim HR agar masalah dapat ditangani secara tepat.

(dis/fik)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement