Gaji di Bawah Rp8 Juta Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah, Ini Penjelasannya
Pemerintah kembali memperbarui klasifikasi MBR atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Indonesia.
Dalam aturan terbaru, masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp 8 juta per bulan kini masuk dalam kategori berpenghasilan rendah.
Kebijakan ini merupakan bagian dari penyesuaian batas penghasilan MBR yang digunakan pemerintah sebagai acuan dalam berbagai program bantuan dan fasilitas, termasuk sektor perumahan dan kebijakan sosial lainnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa penyesuaian batas penghasilan tersebut dilakukan berdasarkan pembaruan regulasi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
"Perolehan pendapatan dari penerimaan masyarakat berpenghasilan rendah yang tadinya misalnya Rp 7 juta menjadi Rp 8 juta di zona 1," ujar Tito dalam keterangannya pada media.
Dengan penyesuaian ini, batas penghasilan MBR tidak lagi seragam di seluruh wilayah Indonesia, melainkan dibagi berdasarkan zona ekonomi.
Di wilayah tertentu seperti Jakarta dan sekitarnya, batas penghasilan bisa lebih tinggi dibanding daerah lain.
Dalam ketentuan tersebut, pemerintah menetapkan bahwa batas penghasilan MBR berbeda-beda tergantung zona wilayah.
Di beberapa daerah, batas maksimal penghasilan untuk masuk kategori MBR bisa mencapai lebih tinggi, menyesuaikan biaya hidup dan kondisi ekonomi setempat.
Selain itu, kebijakan ini juga berdampak pada pasangan suami istri, di mana gabungan penghasilan rumah tangga menjadi salah satu indikator dalam penentuan status MBR.
Pemerintah menyebut, perubahan batas penghasilan ini bertujuan untuk memastikan program bantuan dan fasilitas negara lebih tepat sasaran.
Melalui penyesuaian ini, kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan diharapkan bisa lebih terakomodasi.
Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan program pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Meski sudah ditetapkan, kebijakan ini masih menjadi perhatian publik karena adanya perubahan batas yang cukup signifikan dibanding sebelumnya.
Sebagian masyarakat menilai penyesuaian ini dapat mempengaruhi banyak pekerja yang sebelumnya tidak termasuk kategori MBR.
(dis/dis)