Advertisement

Ini Efek Jangka Panjang Jika Anak Sering Dimarahi Orang Tua

agn | Insertlive
Parents abuse the boy. Angru mom and dad yell at little scared kid. Characters on white background. Children's abusing.
Ini Efek Jangka Panjang Jika Anak Sering Dimarahi Orang Tua/Foto: Freepik
Jakarta -

Tumbuh kembang anak akan berpengaruh jika mereka sering dimarahi oleh orang tuanya.

Sebuah studi menemukan efek jangka panjang atau saat dewasa pada anak. Sifat atau kepribadian yang negatif berisiko tumbuh pada anak yang sering diomeli orang tua, seperti bentakan hingga kekerasan fisik berat.

Jurnal Personality and Individual Differences menyebutkan hubungan antara pengalaman masa kecil dengan munculnya karakteristik yang dikenal Dark Tetrad atau narsisme, psikopati, sadisme, dan machiavellianisme.

Sifat narsisme ditunjukkan pada kekaguman berlebihan pada diri sendiri. Psikopati adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan kurangnya empati dan pengabaian norma sosial.

Advertisement

Sadisme, yaitu kondisi kejiwaan di mana seseorang mendapatkan kepuasan atau kesenangan saat melihat orang lain menderita. Sementara machiavellianisme, yaitu sifat kepribadian yang ditandai oleh manipulasi dan mementingkan diri sendiri.

Peneliti utama David Pineda dari Miguel Hernández University of Elche, Spanyol menyampaikan banyak penelitian yang menghubungkan pengalaman buruk semasa kecil dengan perilakunya saat dewasa.

Dalam hasil penelitian yang libatkan 370 orang dewasa berusia 18-80 tahun di Spanyol, menunjukkan seluruh bentuk pola asuh keras memiliki hubungan dengan meningkatnya skor sifat Dark Tetrad. Dampak terbesar ditemukan dari agresi psikologis dan kekerasan fisik berat.

Agresi psikologis seperti membentak, berteriak, atau memaki. Tindakan itu membuat anak menjadi prediktor kuat dan memunculkan sifat psikopati dan sadisme saat dewasa.

Sementara kekerasan fisik berat seperti mencekik atau menyerang fisik dapat meningkatkan sifat narsisme, machiavellianisme, dan psikopati.

Meski begitu, penelitian ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Penelitian dilakukan berdasarkan laporan pengalaman masa lalu peserta sehingga ada kemungkinan bias di dalam ingatan. Selain itu faktor lingkungan sosial, budaya, serta dukungan, juga dapat memengaruhi tumbuh kembang seorang anak.

(agn/and)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement