Langganan Hollywood, Desainer Ini Dituding Ogah Bayar Gaji dan Paksa Pegawai Kerja 17 Jam
Nama desainer New York City, Andrea Marshall, tengah menjadi sorotan setelah sejumlah mantan karyawannya mengungkap dugaan perlakuan tidak adil di lingkungan kerja.
Sosok yang dikenal sebagai desainer langganan sejumlah selebriti dan figur publik itu dituding menahan pembayaran gaji hingga memaksa pegawai bekerja dalam jam kerja ekstrem.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah mantan staf membagikan pengalaman mereka kepada media.
Mereka mengaku pernah bekerja hingga 17 jam sehari, terutama saat menghadapi tenggat produksi dan persiapan koleksi baru.
Menurut pengakuan para mantan pegawai, hari kerja kerap dimulai sejak pagi dan baru berakhir pada dini hari.
Tak hanya soal jam kerja yang panjang, beberapa mantan karyawan juga mengklaim tidak menerima bayaran sesuai kesepakatan.
Ada yang mengaku gajinya terlambat berbulan-bulan, sementara yang lain menyebut upah mereka bahkan tidak pernah dibayarkan secara penuh.
Salah seorang mantan pegawai mengungkap bahwa tekanan kerja yang tinggi membuat banyak staf mengalami kelelahan fisik dan mental.
Sebagian besar memilih bertahan karena berharap pengalaman bekerja di bawah nama besar Andrew Marshall dapat membantu karier mereka di industri fashion.
Menurut kesaksian yang beredar, budaya kerja di studio disebut menuntut karyawan selalu siap bekerja kapan saja.
Beberapa mantan staf mengaku sering menerima tugas mendadak pada malam hari maupun akhir pekan tanpa kompensasi yang jelas.
Tuduhan tersebut langsung memicu perhatian publik. Warganet menyoroti ironi di balik dunia fashion mewah yang identik dengan kemewahan, tetapi justru dituding mengabaikan kesejahteraan para pekerja di balik layar.
Di sisi lain, pihak Andrea Marshall membantah sebagian tuduhan yang beredar.
Mereka menyatakan perusahaan berupaya memenuhi kewajiban kepada seluruh pekerja dan terus melakukan evaluasi terhadap sistem kerja yang diterapkan.
"Dia memanfaatkan kekuasaan pada para pekerjanya yang bergantung pada upah yang dijanjikan pada kebutuhan hidup mereka," kata Alvin Bragg, Jaksa Distrik Manhattan.
Marshall pada sidang perdana mengaku tak bersalah atas semua dakwaan yang dituduhkan padanya termasuk pencurian besar, penipuan, serta gagal memberi kompensasi yang diwajibkan serta pelanggaran soal upah pekerja.
(dis/fik)