Tren Photobox di Era Generasi Muda
Tren photobox yang semakin digemari anak muda Indonesia ternyata membuka peluang bisnis yang menjanjikan. Di balik kehadiran booth foto interaktif yang kini mudah ditemukan di stasiun MRT, LRT, kawasan olahraga, hingga coffee shop, terdapat perusahaan kreatif bernama Bebaz Inc yang dibangun oleh Reyno Anggoro. Melalui brand PhotoBebaz, Reyno berhasil mengembangkan bisnis berbasis pengalaman kreatif yang kini menjadi salah satu fondasi utama ekosistem usahanya.
PhotoBebaz bukan sekadar layanan cetak foto instan. Dengan memadukan teknologi dan kreativitas, layanan ini menawarkan pengalaman berfoto yang dirancang sesuai gaya hidup Gen Alpha, Gen Z, dan Milenial. Kehadirannya di berbagai titik mobilitas tinggi seperti Taman Ismail Marzuki (TIM), Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta International Velodrome, stasiun MRT, LRT Jakarta, hingga Whoosh Halim membuat brand ini semakin dikenal masyarakat urban. Bahkan, PhotoBebaz turut hadir dalam gelaran myBCA International Java Jazz Festival 2026 yang berlangsung pada 29-31 Mei lalu di PIK 2.
Kesuksesan PhotoBebaz menjadi salah satu alasan Reyno Anggoro terus memperluas bisnisnya. Pendiri dan CEO Bebaz Inc itu tak hanya mengembangkan satu lini usaha, melainkan membangun ekosistem kreatif yang menggabungkan teknologi, hiburan, media, hingga industri film.
Sejak 2023, Reyno menghadirkan sejumlah unit bisnis yang saling terhubung di bawah payung Bebaz Inc. Beberapa di antaranya adalah Bebaz Adz yang bergerak di bidang media placement dan brand activation, Bebaz Labz sebagai unit riset dan pengembangan teknologi, Bebaz Land yang menghadirkan konsep self-photo studio tematik, Santriwara.id sebagai kreator konten edukasi Islami, hingga bisnis kuliner bertema Korea seperti Frieday dan Norae.
Menurut Reyno, seluruh bisnis yang dibangunnya lahir dari tujuan yang sama, yakni menghadirkan pengalaman kreatif yang relevan bagi generasi urban Indonesia. Karena itu, setiap unit usaha dirancang agar saling terhubung dan memperkuat satu sama lain dalam satu ekosistem.
Tak berhenti di sektor teknologi dan gaya hidup, Reyno juga mulai merambah industri perfilman melalui BEN Film. Rumah produksi tersebut dijadwalkan merilis film layar lebar perdana berjudul *Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati* pada kuartal keempat 2026. Film yang diadaptasi dari novel karya Brian Khrisna itu mengangkat tema kesehatan mental, depresi, dan pencarian makna hidup.
Menurut Reyno, ekspansi ke industri film merupakan langkah alami dari perjalanan Bebaz Inc yang selama ini berfokus pada penciptaan pengalaman kreatif bagi masyarakat urban. Ia menilai intellectual property (IP) menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek besar di tengah pertumbuhan industri kreatif Indonesia.
"Kami memilih cerita ini karena nilai kejujurannya, dan itu yang selama ini menjadi cara Bebaz Inc membangun setiap bisnisnya," ujar Reyno dalam keterangan tertulis.
Photobox/ Foto: Dok. Istimewa |
Kolaborasi BEN Film dengan Sinergi Pictures juga menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan kredibilitas di industri perfilman. Melalui proyek tersebut, Reyno berharap Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dapat menjadi salah satu film Indonesia yang mencuri perhatian penonton pada 2026.
Meski kini mulai merambah dunia perfilman, PhotoBebaz tetap menjadi salah satu tulang punggung bisnis Bebaz Inc. Dengan basis pengguna yang didominasi generasi muda dan model penempatan yang fleksibel, layanan photobox ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang kuat. Keberhasilannya menunjukkan bahwa bisnis berbasis pengalaman kreatif masih memiliki ruang besar untuk berkembang di tengah perubahan gaya hidup masyarakat urban Indonesia.
(dis/dis)
Photobox/ Foto: Dok. Istimewa