Update Gaji Dokter 2026, dari Internship hingga Spesialis Senior Jadi Sorotan
Update Gaji Dokter 2026, dari Internship hingga Spesialis Senior Jadi Sorotan
Profesi dokter masih menjadi salah satu pekerjaan yang paling banyak diminati di Indonesia. Selain dianggap bergengsi, dunia medis juga identik dengan tanggung jawab besar, jam kerja panjang, hingga proses pendidikan yang tidak singkat. Tak heran, besaran gaji dokter selalu jadi topik yang menarik perhatian publik setiap tahunnya.
Menariknya, penghasilan dokter ternyata bisa sangat berbeda tergantung jenjang karier, tempat praktik, hingga spesialisasi yang diambil. Mulai dari dokter internship yang baru lulus sampai dokter spesialis senior dengan jam praktik padat, masing-masing memiliki kisaran pendapatan yang cukup beragam. Lalu, seperti apa update gaji dokter di tahun 2026?
|
Baca Juga : Segini Besaran Gaji Dokter di Indonesia 2026
|
Berikut update kisaran gaji dokter di Indonesia sepanjang 2026 yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Dokter Internship (Magang)
Masa internship menjadi tahap awal yang wajib dijalani dokter setelah lulus pendidikan profesi. Di fase ini, dokter belum menerima gaji penuh, melainkan Bantuan Biaya Hidup (BBH) yang besarannya ditentukan berdasarkan wilayah penempatan.
Isu soal kesejahteraan dokter internship sendiri sempat ramai dibahas setelah IDI menilai nominal BBH masih terlalu kecil dibanding beban kerja dan jam tugas yang dijalani.
Besaran BBH ini mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/1952/2022. Wilayah terpencil biasanya mendapat nominal lebih tinggi karena akses dan fasilitas yang lebih terbatas. Berikut kisarannya:
Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK): sekitar Rp6,4 juta per bulan
Maluku, NTT, Papua non-DTPK: sekitar Rp3,9 juta per bulan
Kalimantan dan Sulawesi non-DTPK: sekitar Rp3,7 juta per bulan
Sumatera dan NTB non-ibu kota provinsi: sekitar Rp3,4 juta per bulan
Ibu kota provinsi Sumatera dan NTB: sekitar Rp3,2 juta per bulan
Jawa dan Bali: sekitar Rp3,2 juta per bulan
Meski nominalnya terlihat cukup, banyak dokter internship mengaku masih harus mengambil shift tambahan atau mencari penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di kota besar dengan biaya hidup tinggi.
2. Dokter Umum (Pasca-Internship)
Setelah menyelesaikan internship dan mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR) serta Surat Izin Praktik (SIP), dokter umum mulai bisa praktik secara mandiri atau bekerja di rumah sakit dan klinik. Di tahap ini, penghasilan mulai lebih stabil, tetapi tetap sangat bergantung pada tempat kerja dan jumlah jam praktik.
Dokter umum PNS/PPPK: biasanya menerima gabungan gaji pokok dan tunjangan. Berdasarkan PP Nomor 5 Tahun 2024, take home pay dokter umum pemerintah berkisar Rp2 juta - Rp5 juta per bulan, tergantung golongan dan daerah tugas.
Dokter umum di RS Swasta / klinik punya potensi penghasilan lebih besar. Rata-rata dokter umum swasta memperoleh sekitar Rp6 juta - Rp8 juta per bulan. Jika memiliki jadwal praktik padat atau bekerja di lokasi strategis, nominalnya bisa menembus Rp10 juta lebih.
Selain praktik di rumah sakit, sebagian dokter umum juga membuka layanan konsultasi online, home care, hingga praktik mandiri untuk menambah pemasukan.
3. Dokter Residen (Pendidikan Spesialis)
Banyak yang mengira dokter yang sedang mengambil spesialis sudah memiliki penghasilan besar. Padahal, masa residensi justru dikenal sebagai salah satu fase paling berat karena jam kerja panjang dan tekanan akademik yang tinggi.
Dokter residen umumnya menerima tunjangan pendidikan dari rumah sakit pendidikan atau program tertentu. Besarannya pun berbeda di tiap institusi.
Dilansir dari Detik Health, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat menyebut rata-rata tunjangan dokter residen berada di kisaran Rp7,5 juta per bulan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI tahun 2024. Hingga 2026, belum ada pembaruan resmi terkait kenaikan nominal tersebut.
Meski begitu, banyak residen tetap menjalani jadwal jaga yang sangat padat, bahkan bisa mencapai belasan jam sehari. Karena itu, isu kesejahteraan dokter pendidikan spesialis masih terus menjadi perhatian di dunia medis Indonesia.
4. Dokter Spesialis (Junior hingga Senior)
Tahap inilah yang sering dianggap sebagai puncak karier finansial seorang dokter. Penghasilan dokter spesialis bisa melonjak jauh lebih tinggi karena berasal dari gabungan gaji tetap, konsultasi pasien, tindakan medis, hingga operasi. Semakin tinggi reputasi dan pengalaman, biasanya semakin besar pula pendapatannya.
Berikut kisaran penghasilan dokter spesialis senior dengan pengalaman di atas 10 tahun:
Spesialis Bedah (Sp.B) dan Jantung (Sp.JP): sekitar Rp15 juta hingga Rp50 juta per bulan
Spesialis Kandungan (Sp.OG): sekitar Rp25 juta hingga Rp100 juta per bulan
Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD): sekitar Rp20 juta hingga Rp80 juta per bulan
Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK): sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan
Spesialis Mata (Sp.M): sekitar Rp14 juta hingga Rp65 juta per bulan
Spesialis Anak, Saraf, dan lainnya: sekitar Rp18 juta hingga Rp30 juta per bulan
Untuk dokter spesialis di rumah sakit pemerintah, total penghasilan biasanya berada di kisaran Rp28 juta - Rp62 juta per bulan dari gabungan gaji pokok, tunjangan fungsional, dan tunjangan kinerja.
Sementara dokter spesialis di rumah sakit swasta besar bisa memperoleh Rp50 juta - lebih dari Rp100 juta per bulan, terutama jika memiliki jadwal operasi padat, banyak pasien, atau membuka praktik pribadi di beberapa tempat sekaligus.
Selain spesialisasi, faktor lain seperti lokasi praktik, nama besar rumah sakit, hingga reputasi pribadi juga sangat memengaruhi besarnya pendapatan dokter.
(Steffy Gracia/arm)