Waspada! Kembung dan Kentut Berlebihan Bisa jadi Alarm Bahaya Bagi Tubuh
Kebiasaan kentut dan kembung perut bukan cuman perkara makanan atau kebiasaan sepele karena dalam kondisi tertentu, hal tersebut bisa menjadi sinyal awal gangguan pencernaan yang lebih serius terutama bila disertai rasa nyeri atau perubahan pada pola buang air besar.
Dalam situs Better Health Channel, jumlah kentut tiap orang biasanya berbeda dan dipengaruhi oleh pola makan serta kondisi tubuh karena bagi sebagian orang hanya bisa beberapa kali buang angin sementara lainnya bisa mencapai puluhan kali dengan hitungan rata-rata 15 kali per hari.
Namun, saat frekuensi kentut meningkat drastis dan disertai keluhan lain, kondisi ini tak bisa dianggap sepele begitu saja karena gas berlebih di perut bisa memicu rasa tak nyaman seperti kembung, kram, hingga nyeri perut.
Tak hanya fisik, kondisi seperti ini juga berdampak pada psikologis seperti rasa malu atau cemas karena kentut yang sulit dikontrol kerap muncul terutama ketika ada di tempat umum. Misalnya saat perut tidak nyaman diikuti bunyi gemuruh di bagian bawah perut bisa menimbulkan kentut dengan bau sangat menyengat.
Ada sejumlah faktor penyebab kentut terasa bau misalnya terlalu banyak menelan udara ketika makan atau minum cepat, gangguan sistem pencernaan, konsumsi makanan tinggi serat, serta intoleransi laktosa.
Selain itu, fermentasi karbohidrat seperti fruktosa di dalam madu, sirup jagung, maupun beberapa buah yang dikenal FODMAP itu bisa memicu gas berlebih dalam perut.
Bila sudah berkali-kali kentut dan perut kembung, segera periksa ke dokter karena khawatir dengan munculnya penyakit gangguan pencernaan Sindrom Iritasi Usus Besar atau Intoleransi Laktosa dengan gejala seperti:
Perut kembung
Nyeri perut
Kentut berlebihan dan terus-menerus
Muntah
Diare
Sembelit
Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
Mulas
Terdapat darah dalam tinja
(dis/fik)